Rabu, 19 Mei 2010

8. Embrio Manusia


Ernst Heinrich Philipp August Haeckel (1834-1919) adalah seorang biologis dari Jerman. Ia seorang naturalis, profesor, filsuf, dokter, sekaligus seniman. Ia menemukan, menjelaskan, dan menamakan ribuan spesies baru, membuat peta pohon genealogi hubungan semua makhluk hidup, dan membuat istilah biologi baru, seperti filum, filogeni, ekologi, dan kingdom Protista. Ernst Haeckel juga menyebarkan teori evolusi di Jerman. Ia juga seorang embiologis.

Benar bahwa Haeckel mengaitkan ontogeni dengan fiologeni (dikenal juga sebagai hukum biogenetis). benar bahwa Haeckel menggunakan embiologi untuk mendukung teori evolusi. Benar bahwa teorinya berpengaruh pada popularitas teori evolusi di masa itu. Benar bahwa Darwin dan Haeckel pernah bertemu dan saling berkorespondensi. Benar bahwa teori ontogeni merekapitulasi filogeni adalah salah. Namun teori Haeckel bukanlah bagian dari teori Darwin maupun teori evolusi modern.

Darwin menulis Origin of Species di tahun 1859. Sementara Haeckel mempublikasikan teorinya di tahun 1866, dan diagramnya dipublikasikan di tahun 1874. Tulisan Darwin jelas tidak dipengaruhi Haeckel! Darwin sendiri menggunakan data embrio dari Karl Ernst von Baer (1792–1876) untuk mendukung moyang bersama.

Karena hukum biogenetik bukanlah bagian dari teori evolusi, runtuhnya teori ini tidak memiliki pengaruh pada teori evolusi. Teori evolusi juga tidak pernah mendasarkan pandangannya pada teori Haeckel.

Lalu mengenai 'insang'. Tidak ada ilmuwan atau evolusionis kompeten, yang akan mengatakan embrio memiliki insang. Penamaan "gill slits" atau "gill pouch" hanyalah sebuah istilah untuk menyebut struktur tonjolan pada area leher embrio vertabrata, dan tidak bermaksud menyatakan itu benar-benar sebuah isang. Struktur yang mirip bisa ditemukan pada embrio semua vertabrata, termasuk manusia dan ikan. Kemiripan struktur antara embrio vertabrata adalah hal nyata.

Sumber:
Wells and Haeckel's Embryos (Talk Origins)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar