Sabtu, 18 September 2010

15. Tuhan dan proses evolusi


Benar bahwa ada sebagian kalangan yang berpikir bahwa evolusi adalah cara Tuhan untuk mengembangkan keanekaragaman makhluk hidup. Namun patutdiingat, ini adalah pandangan umum dan bukanlah pandangan ilmiah. Sejatinya sains tidak membicarakan Tuhan, tidak membenarkan dan tidak menolak. Sains tidak melarang seseorang mempercayai adanya Tuhan, atau Tuhan berperan di dunia, selama mereka tidak memaksakan mencampuradukkannya dengan sains.

Jika menurut Harun yahya Alquran tidak menyebutkan adanya proses evolusi, dan karenanya menganggap tidak ada evolusi sama sekali, maka itu adalah tafsiran dia. Dan tafsiran seorang Harun Yahya tidak mengikat, baik untuk muslim sendiri, apalagi untuk kalngan non muslim.

Jika menurut Harun Yahya Tuhan menciptakan makhluk hidup secara langsung, dalam wujud mereka saat ini, melalui proses supranatural, dan karenanya ia ingin menggantikan teori ilmiah dengan klaimnya, maka ia harus membuktikannya secara ilmiah. Jika ia hanya mendasarkan klaimnya dengan dasar iman semata, maka klaimnya hanya bisa diterapkan pada bidang filosofis, bukan sains. Sains tidak menerima iman sebagai dasar ataupun bukti. Sains bukan ilmu yang membahas segalanya, sains hanya membahas apa yang ada di dunia fisik. Karenanya tidak ada alasan emmasukkan faktor supranaturaldalam sains, apalagi menyodorkan jawaban supranatural untuk menggantikan teori ilmiah.

Jika karena tidak melibatkan faktor Tuhan teori evolusi disebut materialistik, maka semua teori sains lain juga merupakan pandangan materialistik, karena semua teori itu juga tidak membahas dan melibatkan Tuhan!

Tidak ada bukti ilmiah bahwa Tuhan menciptakan makhluk hidup, apalagi secara langsung. Penafsiran ayat kitab suci tidak bisa dijadikan dasar atau bukti dalam sains, karena sains tidak berkiblat pada agma tertentu saja. Ingat, ini bukan membicarakan filosofi, tapi sains. Dengan demikian, jika mengajukan argumen atau kalim, harus disertai bukti ilmiah.

Adalah naif mengatakan satu makhluk tidak berevolusi, karena secara fisik dan visual mereka mirip dengan fosilnya. Sementra berdasar hasil pengujian, 2 spesies lalat buah, Drosophila melanogaster dan Drosophila virilis yang secara kasat mata mirip, ternyata hanya memiliki sekitar 70 persen kemiripan secara genetis.

Dan teori evolusi memiliki bukti bahwa makhluk hidup berkembang secara berangsur. Misal Triadobatrachus, amfibi serupa kodok yang hidup di awal era triasik (250-205,7 juta tahun silam), fosilnya ditemukan di Madagaskar. Triadobatrachus Memiliki 14 ruas tulang punggung, jauh lebih banyak dibanding kodok modern (4-9), dimana 6 dari ruas itu membentuk tulang ekor pendek. Triadobatrachus diketahui sebagai perenang, namun tidak bisa meloncat seperti kodok modern.

Belum lagi temuan fosil Gerobatrachus hottoni yang berusia 290 juta tahun, yang menyerupai salamander namun juga memiliki ciri kodok, menunjukkan bahwa salamander dan kodok mungkin memiliki moyang bersama.

Begitu juga dengan kura-kura. Temuan Odontochelys semitestacea, makhluk sejenis kura-kura yang memiliki tempurung dada namun tanpa tempurung punggung, menunjukkan pada kita bagaimana kura-kura mengembangkan tempurung mereka secara berangsur, dari tulang rusuk mereka.

Dan informasi lain seputar fosil traisisi bisa ditemukan di sini.

Jadi, bisakah Harun Yahya menunjukkan bukti ilmiah penciptaan langsung?

Pranala
Wikipedia - Frog
National Geographic - Frog-amander
National Geographic - Oldest Turtle Found; May Crack Shell-Evolution Mystery

124 komentar:

  1. Menarik. Keberadan Sang Pencipta memang tidak dibuktikan dengan jalan ilmiah. Keberadaan Sang Pencipta dibuktikan dengan jalan rasional. Lagipula, kebenaran ilmiah bukanlah sebuah kebenaran mutlak. Secara ilmiah, sesuatu kebenaran ilmiah bernilai benar selama belum terbukti salah. Artinya, mempunyai kemungkinan salah di masa depan. Dan tentu saja pembenaran dan pengakuan yang bersifat ilmiah tidak sesuai dengan fakta iman yang merupakan pembenaran dan pengakuan yang pasti terhadap suatu fakta berdasarkan bukti yang nyata tanpa adanya keraguan atau kemungkinan yang meragukan sedikitpun, meski hanya sekedar kata "jika" atau "seandainya".

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Keberadan Sang Pencipta memang tidak dibuktikan dengan jalan ilmiah. Keberadaan Sang Pencipta dibuktikan dengan jalan rasional." Setuju...
      tidak ada teknologi sains sanggup membuktikannya, karena keterbatasan sains itu sendiri sangat rendah dimata Penciptanya.

      Hapus
  2. "Sains tanpa agama adalah sesat, agama tanpa sains adalah buta" itulah perkataan ilmuwan Einstein....

    Sepertinya evolusi lebih pada sains tanpa agama, seolah mengganggap Tuhan itu tidak ada. Seperti, amfibi berasal dari ikan, reptil berasal dari ikan, burung berasal dari reptil, dan bahkan manusia modern berasal dari setengah kera-manusia dari Afrika. MENYAMAKAN MANUSIA DG HEWAN!!!!

    Evolusi mengganggap bahwa Tuhan itu sama sekali tidak menciptakan makhluk-Nya. Diangap bahwa mereka berasal dari suatu nenek moyang yang sama. Makhluk hidup sama sekali tidak dianggap sebagai hasil ciptakan-Nya.

    "Sains tanpa agama adalah sesat, agama tanpa sains adalah buta" itulah perkataan ilmuwan Einstein....
    Jadi evolusi itu.....

    BalasHapus
  3. jangan lupakan ini: Einstein adalah seorang agnostik!

    Dan sains, termasuk teori evolusi, tidak membantah eksistensi Tuhan. Sains hanya tidak membicarakannya, karena keberadaan serta eksistensi Tuhan tak bisa dibuktikan secara ilmiah. Sains tidak membicarkaan iman!

    Dan apakah anda tidak diajarkan, bahwa bukan kelahiran yang membuat seseorang jadi hina atau mulia, tapi pebuatan. Apakah akan jadi masalah ebsar, jika manusia dan kera memiliki moyang yang sama? Apakah begitu pentingnya manusia itu mesti diciptakan secara gaib?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Apakah akan jadi masalah ebsar, jika manusia dan kera memiliki moyang yang sama?"

      Jika anda memakan sesuatu, bukankah penting bagi anda tuk mengetahui keadaan dan asal usul yang anda makan?

      "Dan apakah anda tidak diajarkan, bahwa bukan kelahiran yang membuat seseorang jadi hina atau mulia, tapi pebuatan."

      Bagaimana tidak penting asal usul? bagai mana mengajarkan perbuatan/norma/peradaban kepada bangsa kera?

      "Apakah begitu pentingnya manusia itu mesti diciptakan secara gaib?"

      Sedalam apa anda mengetahui DNA/gen, sedalam apa anda mengetahui kelahiran, sedalam apa anda mengetahui kematian? Seperti apa manusia diciptakan seperti itulah manusia akan dikembalikan, Sains tidak sanggup membuktikan permulaan begitu juga dengan akhirannya. Susunan ilmu sains manusia itu sangat terbatas, dibanding Ilmu Sang Pencita Sains itu sendiri.

      Ibarat robot terkomputerisasi (rekayasa manusia), bagaimana sekalipun tak akan sanggup memikirkan bagaimana manusia itu sendiri, betapa kompleksnya manusia. Andai kata sirobot akan bertanya kenapa bahanku berbeda dengan bahan kamu wahai manusia?
      manusia akan jawab apa?

      Sama halnya dengan manusia dengan bekal akalnya (sains), bagaimana sekalipun tidak akan sanggup memikirkan bagaimana Penciptanya, jagad raya ini sudah sebegitu kompleksnya, apalagi si Penciptanya.

      Banyak orang2 yang dianggap terlalu maju (kenyataannya malah semakin mundur) yang jadi ragu akan eksistensi Penciptanya.

      Ibarat robot/komputer yang sudah bekerja dengan sesuka hatinya (tak terkebdali, cth: terinfeksi software virus), maka manusia tinggal menonaktifkannya (cabut sumber dayanya), atau install ulang programnya.
      Seperti itulah manusia, dia menganggap ilmu yang dia miliki adalah fakta, bahkan menganggap Pemberi ilmu itu tidak ada, (telah disusupi keyakinan virus), akan sangat mudah manusia juga di nonaktifkan.

      Hapus
    2. Nope, jika ingin makan sesuatu, yang lebih penting adalah tahu makanan itu tak membahayakan, bukan bagaimana cara memasaknya dsb.

      Dan maaf jika aku menlak argmen soak:
      telalu rumit, terlalu kompleks, mustahil kebetulan, pasti ada sosok hama ini itu yang rancang'.
      Ini hanya konsep God of the gaps, dan sejak zaman dulu, Gotg tak menjelaskan apapun.

      Hapus
    3. "jika ingin makan sesuatu, yang lebih penting adalah tahu makanan itu tak membahayakan bukan bagaimana cara memasaknya dsb. "

      jadi drmn asal muasal makanan itu ga penting? ceroboh amat anda.

      kalo lu liat ada gorengan murah, tanpa tau itu dimasak di minyak kotor yg super item apa lo mau makan itu gorengan?

      kalo lu di bis dan ditawari air minum gratis sm org asing, apa lu mau minum itu begitu saja, meski tau kalau air putih sih tak akan membahayakan? kalo lu di angkot di kasih kue cokelat oleh org asing mau diterima dan makan gitu aja? tanpa mau tau kalau mngkn sj itu sdh dicampuri zat2 berbahaya utk meracuni kamu utk mencopet dsb.

      kalo lu di kasih pizza, burger, soto ayam, se abreg sm orang lu mau terima gitu aja dan makan? tanpa mau tau kalau mngkn sj makanan itu hasil curian?

      kalo lu dapet duit hasil curian dan lu pake utk beli makanan apa lu mau?

      Hapus
    4. Anda cuma nyerocos ya? Sudah dibilang, 'tahu bahwa makanan itu tak membahayakan'. Makanan yang diberi oleh orang asing, apa anda tahu pasti itu tak membahayakan?

      Anda berpikir dulu sebelum berkomentar?

      Hapus
  4. Tuhan itu berbeda dg makhluk-Nya,ya kalau keberadaannya bs dibuktikan secara nyata, bisa dijepret kamera, dia itu hewan, tumbuhan, benda, atau penampakan donk, dia itu makhluk donk, bukan Tuhan. keberadaan Tuhan itu bisa dibuktikan dari banyak ilmu pengetahuan. pergantian siang malam, gerhana matahari, perilaku2 hewan, ilmu fisika, kimia, dll.

    misalnya begini, kalau dalam games2 komputer, seperti game Counter Strike, apa game2 itu bergerak, bermain dg sendirinya, tiba2 ada/muncul dg sendirinya?tidak kan, tentu ada orang yg membuat, mensetting, dan memprogram dulu games itu, kemudian games itu bs diatur manual atau otomatis.

    apalagi jagat raya, tentu donk alam semesta ini semuanya ada yg mengatur dan menciptakan, tidak mungkin jalan dg sendirinya, ga mungkin eksis dg sendirinya.

    nah, evolusi itu menganggap mkhlk hidup itu brjalan dg sendirinya tanpa ada yg mengatur dan menciptakan semuanya ini. mereka berasal dari 1 nenek moyang, bahkan evolusionis itu menganggap manusia jg satu nenek moyang dg orang utan, gorilla, owa, dan kera lain. makhluk hidup sama sekali tidak dianggap sebagai hasil ciptakan Tuhan oleh evolusionis.

    mungkin bagi anda sains tidak membicarakan iman, tapi sains itu harus didampingi oleh iman kalau mau tdk jadi SESAT, sesuai perkataan einstein...


    manusia pertama itu ga diciptakan secara gaib, dilelaskan adam diciptakan dr tanah dan hawa dr tulang rusuk adam, meski dengan kehebatan-Nya, bisa aja kun fayakun langsung jadi, membuat manusia langsung sedetik....

    ya ampun, Anda pikir deh manusia itu makhluk paling sempurna, sebab dilengkapi dg AKAL,,,,manusia bisa membedakan hal2 negatif dan positif, mengerjakan sesuatu itu pake sopan santun dan etika!!!!Anda mau disamakan dg hwn dimana mereka GA PUNYA AKAL???

    BalasHapus
  5. Dan bisakah anda buktikan bahwa yang menciptakan atau yang mengatur semua adalah Tuhan? Atau anda mendasarkan pada iman, atau pada kitab suci, atau pada ajaran agama semata? Itu hanya akan jadi 'God of the gap'. Anda tak bisa buktikan atau ajukan eksistensi Tuhan dalam sains, dengan hanya bermodal iman. Sains bicara pembuktian ilmiah. Karena itu, sains tidak membicarakan Tuhan.

    Evolusi bicara bahwa proses keanekaragaman makhluk hidup terjadi secara ilmiah, berdasar hukum-hukum alam, bukan berdasar intervensi gaib. Teori evolusi tak bicara asal kehidupan, itu urusan teori abiogenesis modern.

    Anda bawa nama Einstein, apa anda tahu bahwa Einstein menlak Tuhan yang mengintervensi hukum alam?

    Dan anda mengajukan kisah gaib seperti manusia tercipta daritanah, Hawa diklon dari rusuk, dan anda bilang itu gak gaib? Anda mau ajukan kisah begitu untuk mengantikan teori ilmiah dalam ranah ilmiah?

    Dan maaf, aku tak pernah anggap manusia paling sempurna. Justru karena tidak sempurna, bukan berarti ita harus menerima 'God of the gap' untuk menjawab hal-hal yang tak kita ketahui.

    BalasHapus
  6. Anda mengatakan sebelumnya soal agnostik. Sementara agnostik itu kan berarti keberadaan Tuhan itu tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui. Keberadaan Tuhan tidak dapat diketahui tidak berarti orang tidak percaya Tuhan. Justru Tuhan itu tidak butuh tempat, tidak butuh rumah, tdk butuh planet, sebab Dia bukan makhluk.

    Nggak saya sangka, teori evolusi itu bisa melenceng sejauh ini.

    Orang beriman dg Tuhan berarti mereka meyakini adanya Tuhan. Apa sih buktinya adanya Tuhan? Dengan qt mempelajari banyak pelajaran2 di sekolah (terutama ipa dan agama) akan membuktikan adanya Tuhan dan kuasa-Nya. Contoh kecilnya keajaiban struktur sempurna manusia.

    Manusia itu diciptakan sesempurna mungkin oleh Tuhan, memiliki telapak tangan yg bisa menggenggam, memiliki lidah sehingga bs mencicipi berbagai cita rasa masakan, memiliki keterbatasan pendengaran, dll, meski ada sebagian orang yg memiliki kekurangan. Semuanya pasti sdh dg perhitungan tepat Maha Pencipta agar manusia ini sempurna. Coba bayangkan misalnya pendengaran kita sangat tajam seperti ikan paus. Tentu hal ini sangat mengganggu berbagai aktivitas manusia. Saat seseorang pegen belajar dg suasana tenang pasti akan terganggu oleh suara2 kecil dari berbagai binatang atau suara bising kendaraan pun akan semakin kencang terdengar karena pendengaran kita yang terlalu tajam. Bahkan pengen tidur pun sulit, karena terganggu banyak suara kecil. Itu baru dari segi pendengaran saja belum yg lain2nya.

    BalasHapus
  7. Sudah sepantasnya manusia itu bersyukur tercipta dengan struktur yg sangat sempurna ini, apalagi jka manusia itu terlahir dg tanpa adanya kekurangan (cacat) seperti pada beberapa orang. Dengan bentuk manusia yg sempurna seperti ini tentu qt merasakan berbagai nikmat dan manfaat sehari-hari. Sepantasnya semakin mendekatkan diri kepada-Nya, betapa hebat kreasiNya ini.

    Dengan kelebihan manusia memiliki akal (dan menggunakannya) inilah, manusia mampu berfikir akan kuasa Tuhan dan selalu mensyukuri atas nikmat Tuhan.

    Memang belum ada pengetahuan lebih mengenai hubungan tanah dan manusia sendiri. Tapi saya melihat manusia tercipta dr saripati tanah, artinya sel-sel yang terbentuk juga terkandung dalam tanah. Manusia tercipta dari tanah juga bermakna manusia mempunyai sifat tanah. Tanah pada hakekatnya bersifat dingin dan menyejukkan karena bersenyawa dengan air, sifat ini identik dengan sifat sabar, ketenangan, kelembutan, ketentraman, kedamaian dan sifat sifat baik lainnya.

    Tapi saya yakin pasti ada penjelasan lebih mengenai manusia, tanah, dan tulang rusuk. Dan itu sudah tentu tugas saintis utk mengecek dan menganalisis hal tadi.

    BalasHapus
  8. Evolusi mengganggap tak ada ciptaan Tuhan, atau mungkin bahkan mngkn mengabaikan Tuhan, mempertanyakan adanya Tuhan. Malah mengingkari Tuhan. Fisika, kimia, biologi, matematika, dll yg selama ini sy plajari justru m'buktikan adanya Tuhan, kuasa Tuhan, kebesaran Tuhan. Sains sejalan dengan iman.

    Game sepakbola FIFA mislny. Game ini bs dimainin 2 player, 1 player, dan com vs com. Jadi qt bs mengatur main berdua, sndirian, atw cm nonton, biar com yg maen. Klo com vs com, para pemain akan terlihat hidup, sbab qt g pegang joy stick sm x tapi para pemain akan bermain bola dg sndirinya. Tapi ini sudah diatur sama pencipta game ini seperti itu. Game FIFA jg diatur sama pembuatnya supaya bisa diinstall dan maen di PC/Laptop, bukan utk dimaenin di mesin PS.

    Kalo gme FIFA ini g diatur canggih, game FIFA ga akan bisa dinikmatin sebagai game sepakbola beneran. Kalau game FIFA ga diatur-atur dulu, ga akan ada offside, red card, yellow card, selebrasi gol, suara2 suporter, dll. Ga akan terlihat sempurna sbg game sepakbola.

    Menurut Anda bagaimana menjelaskan klo game FIFA itu betul2 dibuat dan disetting di atur oleh orang? Mungkin, jika para evolusionis maen game ini akan bilang semuanya berjalan dg sendirinya tanpa ada yang mengatur dan menciptakan game ini.

    BalasHapus
  9. Apa lagi alam semesta. Alam semesta ini butuh pengaturan yang super akurat oleh Sang Pencipta. Kalau bumi beserta isinya, perputaran planet2, jagat raya ga ada yang ngatur, gimana manusia mau hidup. Kalau ga ada yg ngatur, planet2 bisa saling bertabrakan krn revolusi yg salah, dan bumi juga bukan lagi planet yg layak huni. Bumi sudah jadi planet rusak. Tuhan itu sudah mengatur semuanya, diantaranya jarak bumi dg matahari. Menjauh atau mendekat dari posisi bumi yg sekarang pasti membuat makhluk hidup ga bisa hidup di bumi, menjadi terlalu dingin atau terlalu panas. Kalau posisi bumi seperti di Merkurius, gimana bisa organisme hidup, kepanasan, kalau di posisi Mars, gimana tumbuhan mau berfotosintesis, kekurangan sinar matahari. Jelaslah dan nyata sekali bahwa Tuhan sudah menciptakan dan mengaturnya sedemikian rupa akurat alam semesta ini.

    Bahkan guru2 fisika saya dan buku2 fisika yg saya pelajari sering kali menjelaskan diaturnya hukum2 fisika ini sedemikian tepat oleh Sang Pencipta. Misal, ketepatan gravitasi, GLBB, gaya gesek, gerak melingkar, hukum colomb, dll. Beda sedikit saja dari apa yg sudah sesuai selama ini mempengaruhi aktivitas qt yg jadi ternganggu atau bahkan tidak bisa melaksanakan aktivitas itu dg sempurna. Tuhan sudah mengatur hukum2 fisika itu sesuai dg segala aktivitas qt. Sains sejalan dg iman, sains menunjukkan iman.

    Saya kira orang2 yang masih sehat ga akan mau di sederajatkan dengan hewan. Apa evolusionis bener mau dan bangga sederajat dg hewan, satu nenek moyang dg hewan?

    BalasHapus
  10. Agnostik ada macam-macam, yang cenderung theis maupun cenderung agnostik. Einstein tidak percaya sosok Tuhan yang mengintervensi hukum alam. Dan sekali lagi, teori evolusi itu masuk ranah sains, Sains tidak membahas Tuhan, sains tidak berdasar iman. Jika ingin emmasukkan faktor Tuhan dalam sains, buktikan secara ilmiah.

    Manusia sempurna? Memang apa definisi dan kriteria sempurna? Apa evolusi bipedalisme yang membebani tulang punggung (manusia satu-satunya mamalia dengan resiko ini) adalah kesempurnaan?

    Anda bawa-bawa kisah manusia ari tanah, tapi tak bisa membuktikan secara ilmiah? Lalu, bagimana anda berharap itu menggantikan teori ilmiah dalam konteks ilmiah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. "Dan sekali lagi, teori evolusi itu masuk ranah sains, Sains tidak membahas Tuhan, sains tidak berdasar iman. Jika ingin emmasukkan faktor Tuhan dalam sains, buktikan secara ilmiah."

      Itu memang tidak mungkin, karena keterbatasan Sains manusia, jika kita bisa membuktikan kekuatan Tuhan dengan sains... wah bahaya... berarti kita sudah memiliki teknologinya Tuhan donk... makanya itu tidak mungkin...

      Manusia sempurna? Memang apa definisi dan kriteria sempurna? Apa evolusi bipedalisme yang membebani tulang punggung (manusia satu-satunya mamalia dengan resiko ini) adalah kesempurnaan?

      Hanya Tuhan yang sempurna, namun dari semua "mahluk yang diciptakan" manusia paling sempurna, jangan hanya tulang punggung kamu alaskan mengatakan manusia tidak sempurna, ada apa dengan tulang punggung kamu? sakit? kenapa sakit? apa kata/analisa dokter? apa dokter mengatakan Tuhan memang menciptakan ini tidak sempurna? manusia yang tidak memperlakukan (merawat) ciptaan itu dengan baik, kamu mau evolusi merubahnya agar lebih sempuna? sampai kapanpun jika kamu tidak merawatnya dengan baik kamu akan tetap merasa kurang (sakit).

      Anda bawa-bawa kisah manusia ari tanah, tapi tak bisa membuktikan secara ilmiah? Lalu, bagimana anda berharap itu menggantikan teori ilmiah dalam konteks ilmiah?

      Coba uraikan unsur2 pembentuk zat manusia, bukankah semua terbentuk dari unsur air dan unsur tanah?
      Sains dan Alquran:

      Di dalam tubuh manusia, 86%-nya terdiri dari 4 unsur dominan, yaitu :
      - Oksigen (65%)
      - Karbon (18%)
      - Hidrogen (10%)
      - Nitrogen (3%)
      Hal ini, nampaknya bersesuaian dengan berita yang terkandung di dalam ayat-ayat Al Qur’an, sebagaimana terdapat pada 6 (ayat) berikut :

      1. QS. Ar Rahman (55) ayat 14:

      “Dia (Allah) menjadikan manusia dari tanah liat (shal-shal) seperti tembikar (fakhkhar = tanah yang dibakar)”.

      Yang dimaksudkan dengan kata “shal-shal” di ayat ini ialah: tanah kering atau setengah kering yakni “zat pembakar” atau oksigen (O), sedangkan kata “fakhkhar“, ialah “zat arang” atau atom karbon (C).

      2. QS. Al Hijr (15) ayat 28:

      “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah liat (shal-shal) dan lumpur hitam (hamaa-in) yang berbentuk (berupa)”.

      Di ayat ini kata “shal-shal” yang bermakna oksigen (O), sedangkan kata “hamaa-in” ialah “zat lemas” atau nitrogen (N).

      3. QS. As Sajadah (32) ayat 7:

      “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada tanah (thien)”.

      Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah atom hidrogen (H).

      4. QS. Ash Shaffaat (37) ayat 11:

      “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari tanah liat (laazib)”.

      Yang dimaksud dengan kata “laazib” (tanah liat) di ayat ini merupakan hasil persenyawaan antara “zat besi” atau ferrum (Fe) dengan Yodium, Kalium, Silika, dan Mangaan.

      5. QS. Ali Imran (3) ayat 59:

      “… Dia (Allah) menjadikan Adam dari tanah (turab) kemudian Allah berfirman kepadanya ‘Jadilah engkau’, lalu berbentuk manusia”.

      Yang dimaksud dengan kata “turab”(tanah) di ayat ini ialah “unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.

      6. QS. Al Hijr (15) ayat 29:

      “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)…”.

      Di ayat ini, menerangkan tentang proses terakhir kejadian manusia, yaitu melalui ditiupkannya ruh. Proses yang melibatkan “campur tangan” MAHA PENCIPTA ini, menjadi pembeda antara Kaum Beriman dengan Kaum Atheis. Pihak Atheis menolak, proses munculnya kehidupan yang datangnya dari ALLAH, sementara mereka sendiri kebingungan untuk menjawab, darimana datangnya asal kehidupan itu?

      Manusia selanjutnya dalam Alquran disebutkan terbentuk dari bibit/sperma, coba uraikan bahan pembentuk sperma, bukankah terbentuk dari unsur air dan unsur tanah?

      Hapus
  11. Menurut sains, proses-proses di alam berjalan sesuai hukum alam. Termasuk evolusi. Apakah hukum-hukum tersebut diciptakan oleh Tuhan atau bukan, sekali lagi, sains tak membahasnya, karena tak bisa dibuktikan secara imiah.

    Planet bertabrakan? Itu bukan hal aneh. Bukan hal aneh tata surya di sistem bintang gagal terbentuk karena saling bertabrakan. Teori pembentukan tata surya bahkan membahas kemungkinan tatasurya kita terbentuk seperti sekaran setelah serangkaian tabrakan. Bahkan bukan pun teorinya bagian dari bumi yang lepas karena tabrakan. Kenaap proses itu hanya mungkin disebabkan intervensi?

    Bumi adalah planet yang mendukung adanya kehidupan. Dan makhluk hidup yang ada yang menyesuaikan diri dengan kondisi yang terus berubah, bukan sebaliknya. Tak aneh banyak sekali makhluk yang punah, bahkan manusia pun hanya sisa satu subspesies.
    Apa moyang kita, itu tak masalah. Yang lebih penting adalah perbuatan kita, bukan asal atau slsilah kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabrakan, Ledakan, itu semua istilah manusia, yang jelas itu proses dan intervensi. Mungkin anda yang tidak mengeri akan intervensi, anda membayangkan Tuhan itu seperti bentuk manusia, itu mustahil bisa dibayangkan apalagi di sainskan dengan kadar sains manusia.

      Bumi adalah planet yang mendukung kehidupan, ya kehidupan yang kita kenal...
      Banyak mahluk yang punah... jelas...
      Manusia tidak punya subspesies lain, hanya satu spesies, dan dia mampu bertahan dari awal dan sampai sekarang dan sampai tiba hari akhirnya nanti...
      Adapun mahluk2 lain yang mirip manusia adalah bukan manusia, yang memang punah karena ketidak mampu bersaing... penyebab kepunahannya bisa jadi karena:
      1. Manusia lebih mampu bertahan/menyesuaikan diri di alam karena akalnya, membuat tempat tinggal, membuat peralatan, menyimpan makanan dll.
      2. Manusia tidak bisa berdampingan secara harmonis dengan mereka, sehingga kerab terjadi pembunuhan, misalnya: mungkin mahluk tersebut bersifat pemakan manusia. Manusia lebih unggul karena akalnya, punya peralatan perang/berburu.
      3. Manusia sanggup berpindah tempat menemukan tempat yang lebig baik, mis: membuat kapal melewati lautan lalu menetap di suatu pulau. Karena akalnya.

      Bahkan di zaman modern inipun banyak spesies lain yang punah karena ulah manusia, dan mungkin kedepan nanti bahkan bisa lebih banyak lagi, bisa jadi jauh dimasa yang akan datang semua tumbuhan dan hewan punah, manusia hidup hanya dengan sokongan tekhnologi yang hampir kehabisan sumber daya.

      Di saat itulah mungkin terjadi nanti satu kaum manusia menganggap manusia lainnya sebagai binatang, yang juga perlu diburu... ;)

      Itulah kenapa kita perlu sejarah, silsilah, agar kita bisa belajar dari sejarah... sejarah/silsilah adalah contoh perbuatan kita dimasa yang lampau...

      Hapus
    2. lagi-lagi, anda cuma modal iman anda doang, bukan modal fakta ilmiah. Dan ini bukan blog untuk bahas klaim berdasar iman semata. Ini blog untuk bahas masalah ilmiah (evolusi).

      Anda klaim makhluk lain bukan manusia, dan itu modal iman anda lagi. Anda toh gak punya kualifikasi untuk menentukan itu. Dan anda tak bisa buktikan itu intervensi, itu iman anda lagi.

      Hapus
  12. Ya iyalah manusia itu diciptakan secara sempurna. Kenapa? Apa Kreterianya? Manusia itu punya otak dan akal/kemampuan berpikir, inilah kesempurnaan manusia. Buktinya?

    Dengan otak dan akal kita manusia hidup dg aturan2. Manusia juga dg otak dan akalnya mampu membuat hp, internet, buku, pesawat, gedung, dll, bisa membuat teori evolusi, mobil mewah, komputer, dll. Hewan ga bisa seperti ini, mereka hidup dg insting liar saja. Inilah kesempurnaan manusia yg diciptakan Tuhan.

    Selain itu stuktur dan fungsional tubuhnya juga sempurna dalam aktivitas qt sehari-hari, meski ada sebagian orang yg kurang beruntung karena cacat.

    Tapi orang sehat dan cacat itu tetap dibekali otak dan akal.

    BalasHapus
  13. Dengan otak dan akal ini kita bisa melihat berbagai keagungan ciptaan Tuhan.

    Ya terserah, Anda boleh bangga dengan moyang anda yg berupa hewan primata primitif tak berbudaya seperti itu. Silakan anda bangga bersaudara-an dg orang utan di kebun binatang. Sering2 jenguk aja dg sodara evolusionis itu. Saya sih nggak mau sederajat dg hewan. Hewan itu cuma punya otak, hidup berdasarkan naluri liar saja. Sangat berbeda dg kita.

    Aneh aja, kenapa kalau dari primata primitif afrika itu bisa menjadikan kera2 di ragunan dan juga manusia. Kenapa ga melahirkan manusia tarzan yg hidup di hutan, malah suatu hewan, kera.

    BalasHapus
  14. "Menurut sains, proses-proses di alam berjalan sesuai hukum alam."

    Planet tabrakan? emang jupiter dg mars pernah tabrakan? emang bumi dg mars pernah tabrakan? emang bumi dg venus pernah tabrakan? Mungkin maksud anda tabrakan asteroid/planet2 kecil ya? itu baru ada.

    Sistem revolusi, pergerakan garis edar 8 planet dari matahari ini super canggih dari Sang Pencipta, sehingga dari dulu sampe sekarang ga pernah ke-8 plant saling tabrakan. Kecuali pas kiamat mungkin.

    BalasHapus
  15. "Menurut sains, proses-proses di alam berjalan sesuai hukum alam."

    Dalam sepakbola ada aturan2 offside, goal, handsball, dll itu pasti ga berjalan dg sendirinya tapi dibuat sama orang2 yg kompeten dalam hal itu. Coba bayangin kalau org2 itu nggak buat aturan main bola, gimana benernya main bola itu?

    Dalam game main bola juga sama. Game itu sudah diatur oleh pembuatnya agar bisa dimainin sempurna. Coba bayangin kalau itu semua ga ada yg ngatur dan ga di atur seperti itu oleh pembuatnya?

    Khdpan di ngra kt aja ada yg ngatur, UUD dan norma2 kehidupan. Dan yg paling penting, aturan2 tadi itu pasti ga mungkin berjalan dg sendirinya, pasti ada yg membuatnya. Apa jadinya org2 ga buat aturan2? Makin kacau donk Indonesia.

    Planet kita, alam semesta, sistem kehidupan di bumi ini juga sama donk, g mungkn hkm2 alam yg ada itu nggak ada yg ngatur atau yg menciptakan. Coba bayangin kalau itu semua ga ada yg ngatur dan ga di atur seperti itu oleh Sang Pencipta?

    BalasHapus
  16. Jika evolusi termasuk ranah hukum2 alam kehidupan bumi benar, berarti tak lain Charles Darwinlah adalah Dewa, dialah yg membuat makhluk2 hidup di bumi ini.

    Misal ada sebuah masalah seperti ini:
    HP itu dibuat oleh manusia. Dengan bekal otak dan kemampuan berpikirnya, skrg udah byk HP2 yg cnggih. Nah dari mana asalnya kemampuan manusia yg bisa membuat HP2 canggih itu? Sudah pasti manusia yg dibekali otak dan akal itu adalah ciptaan Tuhan.

    Evolusionis pasti berkata lain. Kemampuan manusia seperti itu adalah berdasarkan teori evolusi perjalanan perubahan 1/2 kera 1/2 manusia afrika menjadi manusia seutuhnya dimana yg lainnya jadi kera2 ragunan. Begitu juga semua organisme yg ada, evolusionis percaya mereka berasal dari sebuah teori evolusi. Dan teori evolusi itu sendiri yg membuatnya adalah Darwin.

    Tak akan mungkin evolusionis percaya bahwa manusia, hewan, dan tumbuhan ini adlh sebagai ciptaan Tuhan. Nggak akan mngkn evolusionis percaya hal seperti itu.

    Atau dengan kata lain, Charles Darwinlah tuhannya evolusionis.

    BalasHapus
  17. Masalahnya bukan hanya Charles Darwin menjadi Dewa, tapi bukti nyata.

    Mengapa kera2 di ragunan masih nggak berbudaya, masih tetap "hewan" seperti moyangnya, yg dianggap sama dg moyang manusia? Seharusnya kera2 ragunan itu seengakknya pake baju dari daun2nan, bikin rumah dg atap di hutan, seharsnya kan menjadi saingan manusia homo sapiens bukanya tetap primitif.

    BalasHapus
  18. Sempurna?Standar sempurna itu relatif. Dalam biologi, tak ada makhluk hidup yang sempurna, termasuk manusia. Memiliki kecerdasan lebih tinggi dan mampu menggunakan tooluntukmembaut sesuatu tak menjadikan manusia sempurna. Seperti kataku, di balik bipedalisme manusia terdapat bahaya laten berupa beban pada tulang punggung.

    Dan tabrakan antar planet? Aku bicara soal proses awal pembentukan alam semesta berdasar kosmologi. Entah jika anda lebih percaya kalau bumi diciptakan lagnsung dan sempurna.

    Dan 8 planet ini sekarang tak tabrakan, tapi bahaya laten masih terus emngancam dari komet dan benda angkasa lain.

    Anda ingin bilang Tuhan yang bikin hukum alam, bisa buktikan secara ilmiah? Tidak? itu sebabnya sains tak membahas Tuhan. Sains hanya membahas apa yang bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya Tuhan yang sempurna, namun dari semua "mahluk yang diciptakan" manusia paling sempurna, jangan hanya tulang punggung kamu alaskan mengatakan manusia tidak sempurna, ada apa dengan tulang punggung kamu? sakit? kenapa sakit? apa kata/analisa dokter? apa dokter mengatakan Tuhan memang menciptakan ini tidak sempurna? manusia yang tidak memperlakukan (merawat) ciptaan itu dengan baik, kamu mau evolusi merubahnya agar lebih sempuna? sampai kapanpun jika kamu tidak merawatnya dengan baik kamu akan tetap merasa kurang (sakit).

      Aku bicara soal proses awal pembentukan alam semesta berdasar kosmologi. Trus... gimana prosesnya, coba uraikan... suvernova?, tabrakan bintang?, istilah apa lagi?, jadi semua bahan2 itu darimana awalnya... INGAT SEMUA BAHAN2 ITU DARI MANA AWALNYA... dari debu? awalnya debu? dari bintang? awalnya bintang? DARI MANA AWALNYA TERBENTUK?!

      kenapa kita selalu mengandalkan pembuktian secara ilmiah? apa yang bisa kamu buktikan? ilmiah? mana?
      sebutkan satu unsur yang bisa kamu/sains ciptakan... ini tantangan serius dan terbuka... gunakan hukum alam yang kamu punya tuk menciptakan satu unsur baru, ingat bukan menemukan unsur baru.

      Kamu berbicara pembentukan alam semesta berdasar kosmologi, hanya perkiraan/dugaan. Hal terkecil dialam semesta saja kamu tidak bisa buktikan bagai mana terbentuknya apalagi membuktikannya...

      Ciptakan 1 unsur baru... baru kamu bicara bagaimana terciptanya manusia, apalagi jagad raya.

      Hapus
    2. Kenapa lari ke mana-mana? Dibilang manusia adalah satu-satunya vertabrata dengan resiko sakit punggung - akibat bipedalisme mereka. Ini adalah dampak samping, di samping keuntungan sebagai bipedal.

      pembentukan alam semesta? Big bang adalah jawabannya. Supernova cuma sekedar ledakan bintang raksasa. Big bang bicara soal pengembangan ruang-waktu (meski kreasionis sering salah tafsir sebagai ledakan dari ketiadaan).

      kenapa pembuktian ilmiah? karena kita bahas hal ilmiah di ranah ilmiah. Jika bahas filosofi atau cinta, mungkin tak perlu secara ilmiah.

      Ciptakan unsur baru? Ilmuwan sudah membuat sekian unsur buatan. Ilmuwan bahkan sudah menemukan partikel higgs boson, yang terkait dengan bagaimana massa ada.

      Hapus
  19. Darwin adalah dewa? Kok tambah parah? Darwin hanya satu dari ilmuwan yang mengamati dan membuat kesimpulan. Alfred Russel Wallace yang meneliti berbagai flora dan Fauna di Indoensia dan malaysia selama bertahun-tahun pun menarik kesimpulan yang mirip. Anda tahu antara membuat teori dan membuat hukum alam?

    Dan anda baru saja mengajukan pertanyaan bodoh yang paling sering diajukan kreasionis. Mengapa kera ragunan tak menjadi manusia? Simpel, karena mereka bukan moyang manusia, mereka adalah percabangan evolusi terpisah. Anda hendak membantah teori evolusi, sementara anda TAK TAHU APA-APA SOAL TEORI EVOLUSI? Tak paham maksud PERCABANGAN EVOLUSI?

    Teori evolusi tak membantah atau membenarkan eksistensi Tuhan, mereka hanya tak membahasnya. Dan jika ingin bantah teori ilmiah, ajukan bantahan ilmiah, bukan bantahan hanya modal iman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Manusia tidak punya subspesies lain, hanya satu spesies, dan dia mampu bertahan dari awal dan sampai sekarang dan sampai tiba hari akhirnya nanti...
      Adapun mahluk2 lain yang mirip manusia adalah bukan manusia, yang memang punah karena ketidak mampu bersaing... penyebab kepunahannya bisa jadi karena:
      1. Manusia lebih mampu bertahan/menyesuaikan diri di alam karena akalnya, membuat tempat tinggal, membuat peralatan, menyimpan makanan dll.
      2. Manusia tidak bisa berdampingan secara harmonis dengan mereka, sehingga kerab terjadi pembunuhan, misalnya: mungkin mahluk tersebut bersifat pemakan manusia. Manusia lebih unggul karena akalnya, punya peralatan perang/berburu.
      3. Manusia sanggup berpindah tempat menemukan tempat yang lebig baik, mis: membuat kapal melewati lautan lalu menetap di suatu pulau. Karena akalnya.

      "sementara anda TAK TAHU APA-APA SOAL TEORI EVOLUSI? Tak paham maksud PERCABANGAN EVOLUSI?"

      apa ini? siapa yang buat teori itu? homo sapiens mana yang buat teori itu?

      ada berapa banyak ras manusia sekarang? berlainankah bentuknya? ada berapa banyak ras sebentuk kera jaman purba? berlainankah bentuknya?
      hanya berdasarkan itu trus tercipta teori evolusi? percabangan evolusi? seberapa akurat perhitungan kamu akan zat terhadap waktu? teori itu benar karena disepakati benar

      apa beda kamu yang dicekoki akan teori evolusi dan orang lain yang dicekoki dengan agama? yang jelas sama2 ngotot akan kebenaran masing2.

      SAINS TIDAK MAMPU MENJABARKAN KEKUATAN TUHAN, JELAS TUHAN TIDAK MENJABARKAN BAGAIMANA KEKUATANNYA
      kita hanya bisa melihat kekuatannNya berdasarkan apa yang diciptakanNya. Ibarat kita menilai hasil karya hiteght/seni, tak perlu jumpa orangnya kita sudah tau dia pintar atau berjiwa seni yang tinggi.
      Ingin menirunya? silahkan... tapi ada hukumnya...
      Anda ingin meniru kekuatan Tuhan? coba aja...

      kalau sains bisa menjabarkan kekuatan Tuhan, wah... akan banyak tercipta tuhan2 lain, Jelas Tuhan tidak (tdk memberi) menjabarkan bagaimana kekuatanNya, kalau sempat Tuhan memberi formula kekuatannya ya... mungkin bukan hanya Dia tuhan lagi...

      Agama dah jauh berbicara di level yang lebih tinggi, ya jelas ngga nyambung dengan sains/teori evolusi.

      Bayangkan agama berbicara mengenai "Hari Kemudian" dimana sains/evolusi/hukum alam tidak berlaku lagi,
      sementara Sains apalagi teori evolusi masih mencari tahu masalah apa, dimana dan bagaimana... hehehe... jauh... sungguh jauh... ibarat anak kecil yang bercita2 jadi professor dibandingkan dengan professor yang lagi riset...
      ya jelas.. ngga nyambung bro...


      Hapus
    2. Manusia adalah tingkat genus (genus Homo), yang tediri dari berbagai spesies dan sub-spesies. Manusia sekarang adalah Homo sapiens sapiens, sub-spesies dari Homo sapiens. Dan anda ngotot taka da kerabat lain, bahwa mereka berbeda, dan modal anda cuma iman anda? lantas, anda minta ditanggapi?

      Hapus
  20. Memang tata surya berasal dari sebuah ledakan besar, dan bumi tercipta dari tabrakan2 planet. Dan kebenaran teori bigbang ini pun ilmuwan dapat mengujinya. Bahkan ini sesuai dg apa yg di firmankan Tuhan dalam Al-Qur'an yg menjelaskan bumi dan alam semesta itu terciptakan dlm wakt 6 masa yg diantaranya berasal dari tabrakan dr semacam ledakan.

    BalasHapus
  21. "Anda ingin bilang Tuhan yang bikin hukum alam, bisa buktikan secara ilmiah? Tidak? itu sebabnya sains tak membahas Tuhan. Sains hanya membahas apa yang bisa diuji dan dibuktikan secara ilmiah. "
    Kalau bukan tuhan yg menciptakan hukum alam, lantas siapa lagi??Menurut anda siapa yg membuat itu semua?Darimana itu semua berasal?

    "Dan anda baru saja mengajukan pertanyaan bodoh yang paling sering diajukan kreasionis. Mengapa kera ragunan tak menjadi manusia?"
    Justru jawaban kamu lebih bodoh terlontarkan. Saya GA BILANG kera adalah nenek moyang manusia, tapi primata dari afrika. Itulah yg sering digembar-gembor di banyak artikel sebagai moyang manusia. Nabi Adam yg sejatinya nenek moyang manusia, tidak berasal dari Afrika, tapi dari Asia, so fosil primata afrkia itu bukanlah nabi adam. Itu adalah nenek moyang yg diamini para evolusionis.

    BalasHapus
  22. Dan SAYA JUGA NGGAK BILANG "kera ragunan tak menjadi manusia". Sepengetahuan saya, evolusi itu berteori bahwa primata 1/2 kera 1/2 manusia afrika itu nantinya bercabang jadi manusia, orang utan, gorilla, dan kera lain. Primata afrika itu di daulat nenek bersama moyang manusia, orang utan, simpanse, gorilla, dan kera lain. Begitu kan?

    Saya mempertanyakan seperti ini:
    Jika primata afrika itu di daulat nenek moyang bersama kaya gitu. Mengapa kera2 raguna nggak jadi kera berbudaya seperti kita? mengapa malah tetap menjadi makhluk tak berbudaya, "hewan"? Seharusnya mereka tidak menjadi "hewan", melainkan maju menjadi semacam manusia tarzan, saingannya manusia homo sapiens. Kan evolusi itu menjelaskan kepada sesuatu kemajuan guna persaingan kehidupan.

    BalasHapus
  23. Pertanyaan saya lain:
    1. Coba jelaskan jika pemahaman saya salah. Apa nenek moyang orang utan bukan dari kera primata afrika? Apa nenek moyang gorilla juga bukan dari primata afrika itu juga? Apa nenek moyang mereka? Apa primata afrika itu bukan nenek moyang bersama?
    2. Nenek moyang kamu, yang kamu amini itu siapa?primata dari Afrika itu kah?

    "Darwin adalah dewa? Kok tambah parah?"
    Apa analogi saya salah? Coba pikirkan baik2 penjelasan sy tadi. Kemampuan berfikir canggih manusia berasal perjalanan evolusi. Evolusi itu berasal dari mana? Ya dari Darwin, Ga akan mungkin evolusionis ngomong "EVOLUSI ITU BERASAL DARI TUHAN", orang Darwin sendiri yg menciptakan teori itu. Atau dengan kata lain, Darwinlah yg telah menciptakan makhluk bumi berdasarkan teorinya. Betul nggak?

    BalasHapus
  24. Bagi ilmuwan yg mempercayai adanya Tuhan, strutktur ribet manusia serta dibekalinya otak dan akal adalah anugerah dari Tuhan. Terlalu sulit dijelaskan dalam sebuah teori perubahan evolusi, "perubahan sederhana menjadi struktur kompleks". Ditambalah lagi kurangnya bukti kuat mendukung teori ini.

    BalasHapus
  25. "Teori evolusi tak membantah atau membenarkan eksistensi Tuhan"

    Inilah kecatatan evolusi.

    BalasHapus
  26. Kemungkinan pertama, jika evolusi tak membantah adanya Tuhan. Pernyataan ini SAMA SEKALI GA MUNGKIN TERJADI, TAK MUNGKIN DISETUJUI BAIK EVOLUSIONIS ATAUPUN KREASIONIS. Evolusi sama sekali tak bisa dikatakan adalah ciptaan Tuhan. Mengapa? Perhatikan penjelasan saya:

    evolusionis:
    Manusia danggap berasal dari sebuah teori perubahan yang bernama teori evolusi. Teori evolusi ini diciptakan oleh Charles Darwin. Charles Darwin seorang manusia (homo sapiens). Dan dia sendiri juga pasti dianggap berasal dari perjalanan evolusi tadi. GA MUNGKIN ada evolusionis yg setuju atau berani menyebutkan "evolusi adalah buatan Tuhan." Kenapa? Kalau ini sampe brani disebutkan, artinya EVOLUSI INKONSISTENSI, sebab evolusi adalah teori buatan dari Darwin. Evolusi adalah hak cipta tunggal dari Darwin, sama sekali bukan buatan Tuhan. Atau disini saya menganggap Darwin menjadi Dewa yg telah membuat makhluk hidup di bumi ini ada.

    BalasHapus
  27. kreasionis:
    Para kreasionis juga nggak mungkin setuju evolusi adalah buatan Tuhan. Kenapa? Dalam firman2 Tuhan dijelaskan, bahwa Dialah yg menciptakan makhluk hidup di bumi ini. Tak ada firman Tuhan yang menjelaskan manusia atau hewan itu berasal dari sebuah proses perjalanan evolusi, seperti apa yang di kemukakan darwin. Beda halnya dengan teori terciptanya jagat raya. Selain bigbang itu adalah teori yang dapat diujikan kebenarannya, teori ini juga sesuai dg firman tuhan. Sains sejalan dg iman. Jadi kalau saya anggap adalah dari sebuah pernyataan firman Tuhan yg dapat dibuktikan secara ilmiah.

    Intinya, kemungkinan yang pertama ini SAMA SEKALI TIDAK MUNGKIN TERJADI, PASTI TIDAK AKAN DIPERCAYA KREASIONIS ATAUPUN EVOLUSIONIS.

    BalasHapus
  28. Kemungkinan yang kedua, jika evolusi membantah adanya Tuhan. Pasti pernyataan ini benar adanya, dan pasti di amini evolusionis. Sebab manusia dan semua makhluk hidup di muka bumi ini adalah berdasarkan sebuah perjalanan evolusi, bukan diciptakan Tuhan.

    BalasHapus
  29. 1. Big bang bukan ledakan raksasa, dan big bang tak membentuk tata surya. Anda gak tahu beda pembentukan alam semesta dan pembentukan tata surya? tata surya baru terbentuk sekitar 5 milyar tahun silam, sementara big bang kira-kira 14 milyar tahun silam!
    2. Anda tak bisa memberi bukti ilmiah eksistensi Adam. Dan anda tak bsia memberi bukti proses penciptaan yang anda sebutkan. Anda hanya percaya. Dan sains tidak menerima kepercayaan macam itu. Anda bialgn teori evolusi cacat karena tak membahas Tuhan, maka sama saja anda bilang semua sains cacat. Karena tak ada sains yang membahas Tuhan!
    3. Darwin tidak menciptakan evolusi, Darwin hanya menjelaskan tentang evolusi dalam teorinya. sama halnya Newton tak menciptakan gravitasi, ia hanya menejlaskan tentang gravitasi.

    BalasHapus
  30. Pelajaran IPA, semuanya juga justru membuktikan keagungan Tuhan dalam membentuk alam semesta, satu2nya cabang "sains" yg tidak membahas adanya Tuhan adalah teori evolusi. Itu jelas sangat bertentangan dengan penciptaan Tuhan yg Maha Pencipta.

    Hukum gravitasi sangat jelas berbeda dg teori evolusi. Gravitasi adalah bentuk nyata yang benar2 ada, teori evolusi adalah bentuk cacat karena tidak ada bukti kuat, alias imajinasi

    BalasHapus
  31. Oro? Pelajaran IPA mana yang membuktikan Tuhan menciptakan alam semesta? Ilmu yang bicara soal pembentukan alam semesta adalah kosmologi, dan kosmologi tidak pernah memasukkan faktor Tuhan dalam prosesnya.

    Apa beda gravitasi dan evolusi? Baik gravitasi dan evolusi adalah sama-sama fenomena yang nyata, dan baik teori gravitasi maupun teori evolusi adalah sama-sama penjelasan atas fenomena-fenomena tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah berkali2 evolusi bukanlah sesuatu yang nyata dan ini dibuktikan dengan kaidah2 ilmu pengetahuan, tapi tetap memaksakan evolusi adalah fenomena nyata. evolusi itu hanya sekedar khayalan para ilmuan jaman mikroskop kuno.

      Hapus
    2. Lalu, kenapa anda tak bawa bantahan ilmiahnya?
      Teori evolusi sampai sekarang juga amsih eksis, terus berkembang, dan statusnya adalah [satu-satunya teori ilmiah yang bisa menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup].

      Hapus
    3. kenapa Teori evolusi sampai sekarang juga amsih eksis, terus berkembang, dan statusnya?
      karena terlalu banyak yg sudah tertipu, sehingga berbagai bukti apapun selalu dipaksakan dg evolusi.

      Hapus
    4. Dan kenapa tak ada yang mampu memberikan bantahan ilmiah?

      Hapus
    5. Dimana ilmiahnya evolusi? apa pembuktiannya? kamu selalu membawa evolusi itu ilmiah? bukti jerapah leher pendek aja tidak ada, fosil binatang jutaan tahun silam kamu sebut2, kerangka jerapah leher pendek aja tidak bisa kamu buktikan.

      Yang jelas beberapa bahagian dalam kitab suci bisa dijelaskan, bahkan sudah ditemukan secara ilmiah.

      Namun teori evolusi... point2 mana dalam teori evolusi yang bisa dijabarkan secara ilmiah? apa buktinya, kecuali hanya gambaran aja...

      Hapus
    6. leher jerapah? Sekarang ilmuwan sudah mengetahui bagaimana jerapah bisa berleher panjang, yakni mutasi yang membuat gene pertumbuhan di leher bekerja lebih lama. Dan anda masih celoteh tak ada pembuktian?

      masa sekarang tak ada lagi jerapah berleher pendek, dan jika ditemukan moyang jerapah, anda dan kreasionis lain akan menuduh itu makhluk yang tak ada hubungan. tapi ada kerabat terdekat jerapah yang masih berleher pendek, yakni okapi.

      Dan bisakah anda berhenti jual kecap? Jika ingin bantah teori ilmiah, lakukan secara ilmiah, bukan cuma modal iman dan tafsiran ayat.

      Hapus
  32. Manusia terlahir di dunia ini dalam kegelapan, sehingg dibutuhkan penerangan supaya kita bisa kehidupan menjalani. Karenanya qt membutuhkan bekal agama. Pedoman hidup manusia adalah Al-Qur'an sebagai firman-firman langsung dari Tuhan. Al-Qur'an tidak cukup hanya dibaca dg merdu saja, tapi dipahami makna2nya dan dilakukan dalam aktifitas sehari-hari, Al-Qur'an mencangkup tuntutan hidup manusia dalam segala aspek kehidupan. Termasuk saya sendiri sih, belum paham semua isi yg terkandungnya apa, masih perlu byk belajar bhkn dalam cara membaca yg baik, benar, dan enak.

    BalasHapus
  33. Menjalani kehidpan di berbagai bidang termasuk mempelajari sains, jika tanpa dibekali agama sama artinya manusia yg berjalan dalam kegelapan, makanya tak aneh teori evolusi sangat jelas berbau kontroversial. Sebaliknya hidup dibekali agama akan menentukan pada jalan yang lurus dan terang, insyAllah. Tak heran fisikawan einstein mengatakan sains tanpa agama adalah sesat, agama tanpa sains adalah buta.

    BalasHapus
  34. Dan Rasul yg mmbacakan kepadamu ayat2 Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya yg benar...
    At Tholaq ayat 11

    Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yg benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik" Al An'am ayat 161

    BalasHapus
  35. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.
    Al An'am ayat 79

    Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan kafir setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
    Al Baqoroh ayat 120

    ... Allah telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain pada diriNya. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
    Yusuf ayat 40

    BalasHapus
  36. Evolusionis "telah menutup rapat2" mata mereka demi tetap berjalan dalam kegelapan, mungkin tujuan hidupnya emang ada dalam kegelapan dan kesesatan. Beda sama orang2 yang menggunakan akalnya, utk memperdalam agama selain menjalani berbagai aktifitas lainnya, demi mendapatkan jalan lurus dan benar, sebab kami tidak ingin menjadi golongan orang2 rugi nantinya. Orang2 yg memakai akalnya pasti akan selalu bertafakur pada Allah, melihat ke agungan-Nya, kuasa-Nya dan bebagai ciptaan-Nya.

    Manusia adalah diciptakan sebagai manusia, dengan bentuk sebaik-baiknya dan semua manusia dilengkapi akal. Namun hanya orang-orang yang memakai akalnya saja yang bisa bertafakur akan takjub berbagai ciptaan-Nya dan kekbesaran-Nya ini.

    BalasHapus
  37. Bnyk ayat2 dalam Al-Qur'an seperti Al Imron ayat 3 yg berarti:
    "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". Jadi hanya berlaku pada org2 yg menggunakan akalnya saja yang dapat mengagumi akan tanda-tanda kehebatan dan kreasi Allah itu.

    Jadi, rasanya saya percuma ngomong dg org kaya anda yg mungkin atheis, tidak memakai akalnya sama sekali, demi berjalan dalam kegelapan, menjalani hidup tanpa dibekali agama.

    BalasHapus
  38. 1. Anda menerima Alquran, karena anda muslim. tak semua manusia di dunia adalah muslim.
    2. Dan Einstein memilih menjadi agnostik, bukan theis :)
    3. Kita tak sedang diskusi agama, percuma anda menawarkan agama anda saat kita sedang bahas sains.
    4. Evolusionis ada macam-macam, bahkan yang theis juga. Keluarga Leakey yang menemukan berbagai temuan arkeologis (termasuk jejak Laetoli) adalah penganut kristen yang taat.
    5. Jika anda ingin bawa iman agama untuk menggantikan sains, lupakan saja. Kecuali anda bisa membuktikannya secara ilmiah.

    BalasHapus
  39. Yah evolusionis memang tak akan bisa selamanya sampai kapanpun menyadari akan adanya Tuhan. Mereka tak merasa semua alam ini ada yang memiliki dan menciptakan. Mereka tak ada yang akan mau mengakui adanya Tuhan, dan segala kuasa, ciptaan, dan rahmat-Nya. Hanya orang2 yg memakai akalnya saja sesungguhnya yg dapat melihat kebesaran Tuhan.

    BalasHapus
  40. Segala kehidupan manusia di dunia, mau kerja, sekolah, dagang, belajar sains, belajar ips, apapun itu tetap harus dibelaki agama. Agama adalah sebagai petunjuk di tengah kegelapan kehidupan dunia. Agama bukan menggantikan sains atau kegiatan manusia apapun itu, agama adalah sebagai petunjuk, jalan lurus kehidupan manusia. Agama bukan sekedar iman. Sampai kapanpun Anda tak akan bisa memahami ini karena anda atheis yg tdk memakai akalnya akan keberadaan Tuhan.

    Evolusionis tetap bertahan berjalan dalam kegelapan.

    BalasHapus
  41. Siapa bilang evolusi pasti atheis? makanya jangan termakan propaganda. Evolusionis ada yang atheis, ada yang theis, ada yang agnostik, itu tak maslaah. Sains tak memanang pandangan filosofis seseorang. Sudah dibilang, keluarga Leakey, yang menerima teori evolusi dan menemukan banyak fosil pendukung evolusi (termasuk jejak Laetoli) adalah keluarga kristen taat.

    Jika itu saja anda tak paham, dan tetap ngotot evolusi adalah pandangan atheis, maka silakan berpuas diri menjadi korban propaganda :)

    BalasHapus
  42. Teori evolusi mencoreng 2 hal, menentang agama dan menentang bukti ilmiah. Kalaupun ada org yg beragama tapi evolusionis, spertinya org itu tidak paham akan agamanya dan tidak paham bukti ilmiah yg sebenarnya.

    Tuhan itu jelas Maha Pencipta. Menciptakan segala sesuatu di dunia ini. Sementara teori evolusi menentang penciptakan, atau dg kata lain menentang adanya Tuhan.
    Nauzubillah himidalik.....

    BalasHapus
  43. Hahaha...

    Menentang agama? Sama saja anda mau bilang agama kontradiktif dengan sains. Agama apa yang anda maksud? Dan emnentang bukti ilmiah. Sebaliknya, bukti ilmiah yang ada mendukung bukti evolusi, itu sebabnya teori evolusi terus berkembang hingga kini, bahkan bahasan evolusi menjadi cabang biologi tersendiri.

    Intinya anda mau menjawab masalah ilmiah dengan dogma agama. Mau menjawab pertanyaan ilmiah dengan intervensi gaib yang bernama penciptaan langsung. Itu hanya berlaku untuk level bahasan iman agama anda, tapi takkan pernah diterima sains.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... yang sejatinya bukti ilmiah yang ditemukan justru memperkuat eksistensi agama, justru evolusi megikuti dan meralat perkembangannya.

      kala ilmu agama (fakta dan tidak berubah sampai akhir zaman, bahkan sains menguak satu persatu kebenarannya seiring berjalannya waktu)sedang diyakini dan diamalkan oleh penganutnya, teori evolusionis malah masih berkutat mencari tahu, meralat dan memaksakan akan kebenaran yang diyakini oleh penganutnya, dan ini akan berlangsung sampai akhir zaman.

      siapa yang termakan dogma, siapa yang termakan propaganda. lihat dari sudut pandang mana, agamais melihat kamu yang termakan dogma/propaganda.
      Pembuktian ilmiah? pembuktian ilmiah yang disepakati akan kebenarannya tuk sementara waktu?

      Lihat ilmu agama dari dulu sampai sekarang, ada yang diralat/dirubah? tidak! bahkan klian yang ngaku saintis dan evolusionispun tidak sanggup merubah/meralatnya...
      Namun lihat ilmu sains apalagi ilmu/teori evolusi
      dah berapa kali mengalami perubahan/ralat? sampai kapan mencari kesempurnaan?, tergantung alam?

      Kita diberi alam tuk dipelajari lalu digunakan tuk kebutuhan, bukan malah terbalik, siapa yang beri alam ini?, bagaimana bisa ada alam ini? darimana sumbernya? yang notabene mencari tahu kelemahan Penciptanya, yang pada akhirnya bernafsu ingin menguasai yang namanya KEHIDUPAN DAN KEMATIAN.

      hah... itukah semua rahasia nafsu dibalik Saintis Atheis maupun Evolusionis dll yang sejenis...?

      Tak usah repot2, dan minta pembuktian ilmiah segala... ilmu tuk mendapatkan hidup abadi yang diinginkan itu dah ada dalam ilmu agama, hanya saja pihak2 saintis dan evolusionis enggan meyakininya karena apa? karena melalui proses yang namanya kematian biologis, kenapa ingin mempertahankan biologis? bukankah ini juga sebuah proses metamorfosis fisik?

      berawal dari unsur (tanah), terbentuk molekul, kemudian sel telur dan sperma, segumpal darah, lalu sebentuk daging, lalu di install OS yang namanya RUH, lalu di lepas bertujuan agar terinstall software2 pilihan masing2 namanya NORMA2, diuji dalam berbagai situasi masing2, fisik itu akhirnya afkir, lalu di daur ulang kembali kebentuk asalnya, yaitu unsur (tanah).

      Lalu pertanyaannya, kemana perginya OS yang telah terinstall software2 tersebut? ikut mati? tidak! sederhananya... coba tanya Bill Gates... apakah OS dan software2 ciptaannya itu mati? hehehe...

      Begitu juga RUH dan NORMA2 tadi... tidak akan mati... dia akan ditaruh di tempat yang sesuai.

      Agama telah mempelajari sampai di tingkat ini... sementara evolusionis masih mempelajari dan akan terus mempelajari bagaimana fisik itu dibuat,

      sederhananya Agama telah mempelajari dan menggunakan PC sekaligus OS dan Software2nya, sementara Evolusionis selalu berkutat dengan mempelajari bagai mana cara membuat PC, bagai mana caranya ada sempoa, kalkulator, pc8088, 386, 486 dst s/d pentium, belum lagi spesies Amd, macOs, dll.

      duh bro... ngga bakalan sempat... pakai aja PC dan OS yang telah dipersiapkan, isi dengan Software2 bagus... agar nantinya setelah PC kamu usang... OS dan Software2 kamu itu disimpan di tempat yang bagus juga. Karena jika sudah tiba waktunya nanti OS dan Software2 kamu itu akan di installkan kembali ke PC dengan teknologi yang jauh lebih maju (ABADI) dari pc yang kamu riset, bahkan jauh lebih maju dari PC yang kamu bayangkan itu...

      Hapus
    2. Bahkan dengan mengharapkan generasi sampai keberapapun ngga akan sempat lagi bro, karena basic arsitek PC (Mahluk Hidup)yang sekarang sungguh sangat jauh berbeda dari Basic Arsitek PC di alam akhirat nanti, jangan tanya soal pembuktian ilmiah! ngga ada gunanya... karena memang sangat berbeda, sains/ilmiah/hukum alam yang kamu kenali sekarang ini tidak berlaku disaatnya nanti. Dan walaupun nanti OS dan Software kamu itu disimpan lalu ditempatkan di tempat yang tidak diinginkan (NERAKA) juga ngga ada guna.

      Kamukan tau bintang punya umur, jika matahari kita sampai pada umurnya (KIAMAT), bagaimana menurut kamu..., teori evolusi dan sempurna? dah ditemukan rumus alat menguasai waktu? menguasai jarak/tempat? atau dah ditemukan rumus/alat diluar zat yang kita kenali ini? atau mungkin dah menguasai Kehidupan dan Kematian? atau kamu dah menemukan cara menunda/membatalkan kiamat? atau teori kamu itu telah menemukan rahasia Hidup Abadi? atau apa...

      Namun jika kamu menganggap teori kamu akan membawakmu ke keabadian, atau apalah... ya... itu dogma yang kamu pilih, begitu juga yang lainnya, semua berhak memilih jalan masing2.

      disini kita hanya sharing doank... ;)

      Hapus
    3. Sori, tapi di sini tak bahas akherat, karena gak masuk bahasan ilmiah dan OoT. Atau agan mau bilang yang percaya teori evolusi akan masuk neraka? :)

      Sudah dibilang, teori evolusi itu untuk menjelaskan asal keanekaragaman makhluk hidup. Cuma kreasionis yang bsia membawanya ke mana-mana begini :)

      Hapus
  44. evolusi sama sekali tak layak dikatakan sains, tak layak dikatakan ilmu, tapi kepalsuan sains dan ilmu sesat. Evolusi berskenario meramal proses perubahan hewan2 di masa lampau. Sayangnya bukti fosil dan penjelasan struktur tubuh menyangkal ini. Ribuan fosil ditemukan secara utuh, dari dulu bentuk capung seperti itu, dari dulu bentuk coelacanth seperti itu, dari dulu bentuk kumbang seperti itu, dari dulu kadal, jangkrik, burung, nautilus, pari, kura2, dll memang seperti apa yg kita lihat masa kini. Fosil2 mereka jelas menentang kalau mereka berevolusi. Hanya beberapa hewan memang benar2 punah dan tidak dietemukan pda masa kini, seperti pterosaurus, gliptodon, dll.

    Cek sendiri disini http://www.fossil-museum.com/fossils/index.php

    Dan makhluk hidup yg spesiesnya dari dulu hingga sekarang tetap sama pun makin memperjelas tak ada yg berevolusi. Evolusi juga bertentangan dengan penjelasan strutkutr tubuh, misalnya bagaimana mngkn hewan air perlahan secara aneh memiliki kaki, atau sebaliknya hewan darat perlahan2 menjadi hewan laut dan menjadi hewan terbang. Hewan yg bentukny sdh diciptakan utk hidup di air, meski bisa naik ke darat utk beberapa saat kaya lele, mustahil bisa berubah menjadi hewan berkaki dan akhirnya menetap di darat. Tak ada bukti ilmiah dan fosil mendukung evolusi, yg ada justru sebaliknya.

    BalasHapus
  45. Evolusi cbang biolog yg pling kontroversial. Bhkn dikalangan evolusionis sndr, evolusi mnjd prdebatan dan kontroversi. G heran kemustahilan brubah, tak ada bukti nyata mmbuat evolusi mnjadi "sains" yg kontroversial. Scara ajaib suatu hewan diklaim brubah mnjd makhluk lain. Smntara bkti fosil mngatakan hwan diciptakan secara utuh dan tak berubah sejak ratusan juta tahun.

    Evolusi selain bertentangan dan bukti ilmiah jg brtentangan dg ilmu agama. Allah swt sbg Penguasa langit dan bumi jelas mnciptakan brbagai makhluk hidup, termasuk manusia. Allah swt mmiliki sifat Al Khaliq, Maha Pencipta.

    BalasHapus
  46. Dan rekaman fosil pun membuktikan tentang Al Khaliq itu. Sjak jaman purba capung diciptakan sebagai capung, burung diciptakan sebagai burung, ikan diciptakan sebagai ikan dg bentuk yg seutuhnya dan sesempurna mngkn agar si hewan bisa hidup di bumi. Dan Evolusi adalah sangat tidak menerima soal penciptaan, dengan kata lain menolak adanya Tuhan.

    Artinya, evolusi sebenarnya tak layak diterima ilmu sains dan ilmu agama. Setiap aktivitas manusia perlu diterangi oleh ilmu agama, sementara evolusi adalah sebuah kegelapan yg kontroversial.

    BalasHapus
  47. sudahlah mang kemed, ngga usah terlalu bawa2 islam, Pi-Man bukan muslim kenapa anda terlalu memaksakan ayat dan pemahaman islam padanya, bukankah sia2? dalam islam pun berprinsip agamamu agamamu, agamaku agamaku, kenapa mendebat tulisan yang tidak ada hubungan dengan islam dengan pemahaman islam? sementara Pi-Man tidak pernah menanggapi debat dengan pemahaman agamanya dan masih berusaha mempertahankannya dengan diskusi ilmiah. jika anda ingin debat yang sehat dan adil, anda juga perlu membedakan sains dan iman.

    BalasHapus
  48. Para evolusionis seringkali mengulang sebuah dusta yang menyatakan bahwa teori evolusi merupakan dasar ilmu hayat atau biologi… Mereka berkata bahwa biologi tak akan berkembang -bahkan tak akan ada- tanpa teori evolusi. Pernyataan ini sebenarnya tumbuh dari demagogy (langkah memenangkan simpati dengan cara menggugah emosi masyarakat - penerj.) yang disebabkan oleh rasa putus asa. Filsuf Profesor Arda Denkel, seorang tokoh terkemuka dalam dunia ilmu pengetahuan Turki, bertutur sebagai berikut:

    Selama masa pemerintahan Stalin di Uni Soviet, semua penelitian ilmiah harus sesuai dengan "materialisme dialektis". Mereka yang beranggapan bahwa Darwinisme adalah dasar biologi sesungguhnya memiliki mentalitas dogmatis yang sama.

    BalasHapus
  49. Misalnya, adalah salah bila beranggapan "Menolak teori evolusi berarti sama dengan menolak ilmu biologi dan geologi serta penemuan di bidang fisika dan kimia." Sebab, sebelum inferensi semacam itu dibuat (di sini, a modus tollens), terlebih dahulu harus ada sejumlah pengajuan penemuan di bidang biologi, geologi, kimia dan fisika, yang menyiratkan teori evolusi. Akan tetapi, berbagai penemuan atau pernyataan di bidang ilmu tersebut tidaklah menyiratkan kebenaran teori evolusi. Karena itu, hal-hal tersebut tidak membuktikan evolusi.

    Ditinjau dari sudut sejarah ilmu pengetahuan pun, sudah langsung jelas bahwa pernyataan ini - bahwa "evolusi adalah dasar ilmu biologi" - amatlah tidak absah, dan tak masuk akal. Jika pernyataan ini benar, artinya sebelum teori evolusi muncul, tentu di dunia ini tidak ada cabang-cabang ilmu biologi.

    BalasHapus
  50. Namun kenyataannya, banyak cabang biologi yang sudah ada dan berkembang sebelum munculnya teori evolusi - misalnya saja anatomi, fisiologi, dan paleontologi. Sebaliknya, evolusi adalah hipotesa yang muncul sesudahnya, dan oleh kaum Darwinis dipaksakan kepada masyarakat.

    Sering dinyatakan bahwa Darwinisme amatlah penting bagi biologi modern. Sebaliknya, jika semua rujukan Darwinisme mendadak lenyap, pada dasarnya biologi tidak akan berubah.

    Kenyataannya bahkan sebaliknya, ilmu pengetahuan akan maju dengan lebih sehat dan lebih cepat, bila terbebaskan dari paksaan sebuah teori yang penuh dogmatisme, praduga, dusta, dan isi yang dibuat-buat.

    BalasHapus
  51. Ribuan rekaman fosil jelas membuktikan bermacam-macam hewan itu diciptakan dengan utuh. Dengan sendirinya catatan fosil yg ada pun akan membuktikan adanya penciptaan Tuhan. Makin memperkaya dan makin mengagumi Kebesaran, KuasaNya dan PenciptaanNya terhadap berbagai makhluk hidup di Bumi.

    BalasHapus
  52. Anda terus mengulang klaim klasik kreasionis. In fact, bukti fosil justru mendukung evolusi. Begitu pula ilmu genetika. Anda bilang capung sama sekali tak berubah? Apa anda pernah baca artikel ilmiah tentang perbedaan capung di masa lalu dan masa sekarang? Tidak hanya seputar ukuran tubuh, tapi juga proporsi dan fiturnya?

    Dan siapa bilang hewan air mustahil jadi hewan darat atau sebaliknya? Ada ikan yang memiliki kemampuan bertahan berjam-jam di darat, ada ikan yang juga memiliki fitur bernapas dengan kulit selain insang, ada tiktaalik yang merupakan transisi ikan dan amfibi, dan fosil paus purba menunjukkan ciri khas hewan darat.

    Intinya sederhana saja, jika ingin membantah teori evolusi, maka bantahkah dengan bukti dan fakta ilmiah. Lalu mengapa teori evolusi tidak pernah dipatahkan? Karena tak ada bukti atau fakta ilmiah yang bisa menyanggahnya. Tulisan kreasionis seperti Harun yahya tidak ilmiah, karena itu takkan pernah meruntuhkan teori evolusi.

    BalasHapus
  53. Dari awal diajarkan Teori Evolusi disekolah dulu, muncul satu pertanyaan dalam pikiranku. "Jika benar Teori Evolusi itu maka bagaimana caranya Amoeba / mahluk bersel satu pertama kali yg jadi nenek moyangnya Darwin itu muncul. Apakah dari elemen api+air+debu (benda mati) bisa menghasilkan 1 sel mahluk hidup."

    Dan jika benar evolusi melalui hasil mutasi dari 1 sel, pasti Peter Parker sudah berubah jadi Spiderman dan sedang berayun-ayun di New York sekarang.

    Maka jika ingin membuktikan TEORI Evolusi, buktikan dengan cara mutasi DNA dari monyet menjadi manusia, jangan dengan fosil atau spesies hewan yg dijadikan objek "mungkin". Soalnya sampai sekarang belum berhasil para Ilmuwan Darwinisme. Peter Parker pun masih jadi Fotografer freelance seperti biasa.

    BalasHapus
  54. Takada yang bilang amuba adalah moyang manusia. Dan bgaimana asal makhluk hidup pertama itu bukan urusan teori evolusi, itu urusan teori abiogenesis modern. Teori evolusi dan teori abiogenesis adlah dua teoori berbeda. yang pertama membahas asal keanekaragaman makhluk hidup, sementara yang kedua membahas asal kehidupan.

    Dan mutasi itu ada macam-macam. Munculnya rambut merah atau mata biru pada manusia juga hasil mutasi. Belajar dulu soal mutasi, bukan dari situs kreasionis tapi dari situs sains.

    Monyet bukan moyang manusia, kenapa monyetis seperti anda mengharap monyet jadi manusia? Monyet bahkan tak masuk keluarga (family) kera besar!

    BalasHapus
    Balasan
    1. inilah salah satu bukti kebingungan para evolusionis, mereka mencari celah untuk menghindari keterdesakan oleh ilmu pengetahuan yang semakin berkembang. menyalahkan klaim yang pernah di lontarkan. sekarang kera sudah bukan nenek moyang manusia. nanti itu juga terjadi pada belalang yang yang menjadi elang. ingat keanekaragaman ras manusia itu bukan karena mutasi tapi perpaduan banyak perkawinan antar ras. sehingga terjadilah banyak ras. itu juga terjadi pada bunga kapri yang di teliti pasteur. dan peristiwa kawin silang pada tanaman kapri bukan proses evolusi. mutasi itu sangat merugikan.

      Hapus
    2. Ada yang melawak?
      Dalam taksonomi biologi, manusia termasuk kera besar. Jadi sampai sekarang pun manusia tetap kera. Dan kera-kera yang masih hidup sekarang bukan moyang manusia. Sejak awal teorie volusi tak pernah bilang mereka moyang manusia, mereka kerabat yang arah evolusinya berbeda. Belalang juga bukan moyang elang. Moyang unggas adalah reptil, dalam hal ini pandangan yang banyak diteima adalah dinosaurus theropod. Kapan juga teorie volusi bilang belalang moyang elang? Belalang yang mana?

      Bukannya itu ironis? Kreasionis menyebar propaganda hitam, dan setelah sekian lama, mereka tuduh propaganda itu adalah pandangan evolusionis yang sudah diubah?

      Jika keanekaragaman manusia bukan karena mutasi, lalu dari awal bagaimana bisa ada banyak ras? Memangnya bisa dari manusia satu dua ras anaknya bisa berbeda ras?

      Dan mutasi itu mayoritas netral. Mayoritas mutasi yang merugikan tak terwariskan ke generasi berikut, karena membuat mereka susah survive. Berarti sisa yang bisa terwariskan itu yang netral dan menguntungkan.

      Hapus
    3. @Pi-Man
      nggak deh, setau saya mutasi itu mayoritas merugikan. Saya pernah baca ini di buku biologi dan baca2 di internet!

      Lagian pernyataan ente kayanya aneh. Masa "mutasi itu mayoritas netral"?

      Mutasi itu kan perubahan yang terjadi pada bahan genetik. Jadi, kata kuncinya perubahan. Masa netral dibilang perubahan????

      Hapus
    4. lagian, kalo benar semua makhluk hidup itu berasal dr evolusi, artinya mutasi itu mayoritas menguntungkan dong!? karena makhluk2 hidup yg ratusan milyaran jenisnya saat ini dianggap dr makhluk2 sblumnya kan??

      Hapus
    5. Mutasi yang merugikan adalah mutasi drastis. Sedang secara umum, mayoritas mutasi itu netral. Dan mayoritas mutasi yang merugikan, tak terwariskan ke generasi berikutnya karena makhluknya keburu mati.

      http://www.talkorigins.org/indexcc/CB/CB101.html

      Dan anda gak paham apa itu mutasi netral? Mutasi netral disebut demikian, diantaranya karena tidak memberikan dampak signifikan. Coba anda belajar dulu sebelum main komentar :)

      Hapus
    6. Makin aneh. Mutasi netral itu yg mayoritas? Dan netral tidak memberikan dampak signifikan?

      Sementara di dunia ini ada milyaran spesies.
      Mereka smua dari evolusi atau diciptakan?
      Kalau dari evolusi, berapa kali makhluk di dunia ini mengalami mutasi yg menguntungkan sehingga bisa membuat transformasi dari bentuk makhluk ke bentuk yg lainnya.

      kalo mayoritas tidak memberikan dampak signifikan, knp semua makhluk2 di dunia ini adalah dianggap hasil evolusi dimana pasti mereka berubah? Dan berubah itu tentunya butuh hal2 yg bikin untung.

      Hapus
  55. Assalamualaikum wr wb..

    Saya benar2 takjub dgn penjelasan saintis anonymous ini ttg teori skaligus praktik evolusinya secara naturalis. Tapi sayang saya banyak ga paham bahasa2 ilmiah yg dpakainya. Namun,sebagaimana saya adl seorang materialis, saya paham tujuannya..thanks ya saintis anonymous :)

    Btw: @istanamerah: memangnya jalan penjelasan non-rasional itu gmn ya caranya? Skemanya? Apa udh da yg jalanin dan dpt buktinya?

    Btw: @kang memed: kasih tau ane dunks, ente tau komposisi,perimbangan,dan gmn mencampurnya tu tanah ma aer spy jd manusia? Pliss dunks kasihtau ane, soalnya ane mau nyoba buat.

    Wabillahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum wr wb..

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba anda baca2 buku harun yahya, disitu penjelasannya lebih luas dan mendalam. kalopun bisa anda juga membaca referensi2 dari buku harun yahya, tapi saya yakin itu sangat sulit bagi anda untuk mendapatkannya. memang teori evolusi hanya dikususkan bagi mereka2 yang pengetahuannya masih terbatas, dan yang lebih parah lagi kebanyakan mereka memunafikkan kebenaran ilmu pengetahuan yang ada.

      Hapus
    2. Ya, sudah baca. Amat mudah menemukannya. Dan benar-benar menyiksa perut, karena selalu terdorong untuk tertawa keras tiap baca tulisannya. Ular laut dituduh belut, Hitler yang membrendel tulisan evolusi dan menyatakan aksinya adalah atas kehendak tuhan dituduh atheis dan evolusionis, Tuttle yang menganggap jejak laetoli bukan dibuat afarensis melainkan hominid setelahnya dituduh bilang itu dibuat manusia modern. Dan banyak lagi lelucon khas HY yang bisa bikin tertawa. itukah misi sejati HY? Membuat orang tertawa, karena tertawa itu sehat?

      Dan HY memang cocok ditujukan untuk mereka yang enggan mempelajari sains, mereka yang fanatis, dan...... mereka yang sedang ingin tertawa :D

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Reza, Anda bener mau mau nyoba buat manusia seperti Tuhan menciptakan nabi Adam A.S??

      Untuk melakukan hal itu anda perlu melakukan perubahan dan perkembangan dari sekedar manusia. Yah, dari manusia menjadi Tuhan. Kalau anda sudah mencapainya, ada bisa melakukan hal apapun, bukan cuma membuat manusia dari tanah, menghancurkan negara, menghancurkan planet, menghidupkan orang mati, membuat planet bisa dilakukan dg sekejap mata.

      Kemampuan, Keagungan, Kuasa Tuhan itu diluar akal manusia. Untuk anda meniru hal yg sama denganNya, artinya anda harus merubah diri anda dari manusia. Silahkan cari tau sendiri bagaimana untuk merubah seperti itu.

      Hapus
    5. Jadi Tuhan?
      Jadi ingat berapa kali manusia diklaim mau jadi Tuhan.
      Saat manusia membedah mayat, saat manusia mengembangkan teknologi bayi tabung, saat manusia membuat kloning, dst dst. Sepertinya standar 'jadi Tuhan' pun sellau berubah seiring kemajuan zaman.

      Hapus
    6. Silahkan, siapa aja reza, pi-man boleh mencoba-coba 'berubah menjadi tuhan'...
      halah jgn sombong, manusia mencoba membuat manusia dg bantuan contoh2 dna manusia yg udah ada.
      Sementara Tuhan menciptakan nabi adam dimana sebelumnya belum ada manusia. Ingat lho Tuhan menciptakan Nabi Adam, sosok manusia dewasa yg sudah bisa berbicara, berpendapat, dll.

      Silahkan kembangkan kemampuan Anda, semoga saja pi-man kelak bisa menciptakan manusia tanpa sistem klon, bayi tabung, atau rekayasa genetika lainnya, tapi langsung secara nyata. Menciptakan manusia dg cara merancang tulang, berbagai sistem tubuh, daging, dan memberikan 'batre', nyawa (kehidupan).

      Saya tegaskan ya.
      Tak ada manusia, dan Mustahil BISA manusia mengalahkan keagungan ciptaan Tuhan!
      manusia baru sebatas membuat 'telur' bukan 'ayam' secara langsung.

      Hapus
    7. Jadi Tuhan? Emangnya Tuhan begitu kecil, sehingga begitu mudah manusia ajdi Tuhan? Anda sedang merendahkan Tuhan anda sendiri?

      Manusia mencoba membaut manusia? kapan?Karena alasan moral, ilmuwan tidak mengkoning manusia.

      Dan ada bukti ilmiah Tuhan menciptakan Adam? Jika anda mengajukan iman, jangan diadu dengan sains, gak nyambung!

      Hapus
    8. katanya, si Reza dan anda pengen tau bgmn caranya membuat manusia seperti Tuhan....
      Saya tegaskan lagi yah: "Kemampuan, Keagungan, Kuasa Tuhan itu diluar akal manusia, seperti misalnya bagimana Tuhan menciptakan Nabi Adam."

      untuk meniru hal yg sama denganNya untuk membuktikan bagaimana menciptakan Adam itu seperti bagaimana, artinya anda harus merubah diri anda dari sekedar manusia menjadi Tuhan.

      Bukan cuma menciptakan manusia, Tuhan mampu memiskinkan manusia, membuatnya kaya, bahkan membuatnya mati! Atau kalau anda berhasil berubah jadi manusia itu, anda juga bisa menghidupkan org mati, bahkan sampai menghancurkan bumi ini.

      Tapi, bekal ilmu seperti apapun yg dipelajari manusia tak akan mungkin mengalahkan keagungan Tuhan! Justru ilmu yg dipelajari manusia membuktikan Maha Besar Tuhan itu....
      Jadi manusia tak sepantasnya sombong!

      Hapus
    9. Dan bahkan kita tak punya bukti ilmiah eksistensi Adam, bagaimana anda mengharap sains menerima kisah penciptaan Adam?

      Dan maaf, anda bicara tentang iman dan agama, sementara blog ini bicara tentang masalah ilmiah. Jika anda ingin bantah, bantah secara ilmiah, bukan mengajukan iman anda.Iman tak bisa dipakai untuk meyakinkan mereka yang tak punya iman yang sama.

      Hapus
    10. beberapa fakta temuan jejak keturunan Adam:

      http://beforeitsnews.com/science-and-technology/2012/01/giant-fossilized-human-foot-print-found-in-south-africa-1683144.html

      http://www.youtube.com/watch?v=dRuxw-nZoJw

      saya beri tau satu hal ya.
      Agama itu bukan kepakenya cuma dlm konteks agama aja. Agama harus kita gunakan dalam berbagai konteks kehidupan yg manusia jalani, seperti hukum, norma, bersosialisasi, berkeluarga, ilmu pengetahuan, bisnis, mencari ilmu, dll.

      Jika di kaitkan dg masalah ilmiah, fakta membuktikan sendiri. Ilmu pengetahuan dan penelitian yg ada, membuktikan sejalan dg byk yg tercantum dalam Qur'an.

      Hapus
    11. Sudah tahu soal jejak raksasa ini. Lalu? jejak ini tak membuktikan apapun, tidak membuktikan di masa lalu ada manusia raksasa. Apalagi secara ilmiah manusia mustahil punya badan setinggi itu, rangkanya gak bakal kuat menopang bobot tubuhnya.

      Dan apa anda tak pernah membuka kemungkinan kalau tafsiran anda yang salah?

      Hapus
    12. jgn membangkang deh.
      jejak fosil itu adalah salah satu bukti kuat keturunan adam. itu bukti nyata.

      lihatlah sendiri, berbagai peristiwa alam yg dijelaskan dalam Al-Qur'an adalah sesuai dg ilmu pengetahuan yg ada, seperti hujan, petir, pembuahan manusia, manfaat madu, sifat kulit, penciptaan makhluk hidup, dll, sangat banyak yg di jelaskan dlmnya, dan semuanya sesuai dg sains dan bukti yg ada.

      Hapus
    13. Hahaha..,Kenapa gak boleh bantah? Bukti kuat apanya? Orang Yunani bisa bilang itu bukti eksistensi Titan, apa bedanya dengan klaim anda?

      Dan anda tak perlu 'jual kecap'. Pengetahuan yagn anda sebut sebagian sudah dibahas filsuf yunani misalnya, dan sebagian lagi tak cukup jelas untuk bsia dianggap bnar membahas hal tersebut.

      lagipula ini bukan blog untuk bahas atau menawarkan agama. Silakan ajukan bukti atau bantahan ilmiah, bukan iman, :)

      Hapus
  56. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  57. Al quran diturunkan bukan hanya untuk saint, tapi apa salahnya jika ilmu pengetahuan saat ini banyak membuktikan kebenaran isi al quran di bidang saint, coba anda baca2 ayat tentang astronomi, proses dalam kandungan, bentuk bumi, pertanian, hujan, keajaiban lalat, keajaiban lebah dan masih banyak lagi. dan itu semua sesuai dengan kaidah2 ilmu pengetahuan. tidak ada yang salah jika para ilmuan meyakini al quran karena apa yang mereka teliti bertahun2 sudah di jawab oleh alquran 4000 tahun yang lalu. kita memang tidak bisa mencampur adukkan al quran dengan saint, karena lquran itu sendiri mengandung sain. sedang kan teori evolusi adalah teori khayalan yang dipaksakan menjadi ilmiah, sampai kapanpun teori evolusi akan bertentangan dengan ilmu pengetahuan, kecuali mereka yang munafik dan menutup telinga. sampai sekarang tidak pernah ditemukan fosil peralihan dari organisme yang berevolusi. dan faktor ini sebenarnya sudah menjadi pukulan telak bagi mereka2 yang mempercayai teori evolusi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Singkatnya, anda mencoba mengajukan tafsir Alquran? Lalu, apakah anda sudah cukup kompeten untuk menafsirkan ayat Alquran?

      4000 tahun silam? Memang Alquran sudah setua itu? :)

      Dan sebelum Alquran turun pun manusia sudah mengajukan pandangan bumi itu bulat, matahari pusat alam semesta, proses perkembangan kandungan, dan banyak lagi.

      Tidak ada fosil peralihan? Nope. Fosil macam itu banyak, tapi kreasionis yang tak mampu melihatnya. Tak heran, kebanyakan dari mereka bahkan bukan ahli di bidang biologi, apalagi di bidang evolusi. Dan evolusi bahkan dipelajari di cabang khusus biologi, biologi evolusioner. jadi teori evolusi itu sangat ilmiah.Kreasionisme? Masih dan akan terus berstatus pseudo sains :)

      Hapus
    2. Al-Quran itu turun abad 6. Tapi ada 3 kitab suci sebelum al-qur'an turun, yaitu injil, tauret, dan zabur. Artinya kitab2 itu lebih tua lagi drpd pemikiran manusia kamu anggap menggajukan berbagai fenomena alam.

      Hapus
    3. Dan sebelum masehi pun filsuf-filsuf Yunani sudah menemukan banyak hal seperti bumi itu bulat, bumi mengelilingi matahari dsb. Apakah para filsuf itu dibimbing oleh Dewi Athena?

      Hapus
    4. emang anda kira kitab2 sblum Qur'an itu jamannya msh masehi??

      Nabi Muhammad diberikan wahyu Al-Qur'an. Beliau memang lahir setelah masehi.

      Perlu anda ketahui yah, Nabi Muhammad itu adalah Nabi terakhir, ada ribuan nabi lainnya, mereka lahir jauh sebelum masehi dihitung! Termasuk juga kitab2 suci terdahulu sebelum Qur'an turun jauh sebelum masehi di hitung!

      Hapus
    5. Maaf, ini bukan blog agama. Anda boleh punya iman appaun, tapi anda tak bisa ajukan iman untuk menjawab pertanyaan ilmiah. Anda bisa sebut banyak kitab suci, tapi anda akan temukan bahwa isinya berbeda dengan kitab anda, dan anda akan menuduh kitabnya sudah diubah dan kitab anda yang asli. Ini pola umum di banyak forum dan thread debat agama. Dan maaf jika tak tertarik bahas itu di sini :)

      Hapus
    6. Yah, saya hanya memberikan sebuah fakta bahwa nabi2 sebelum Muhammad SAW yg diberikan kitab oleh Allah itu jauh hidup sebelum para filsuf lahir. Jadi bisa disimpulkan sendiri oleh anda bagaimana. n_n

      Hapus
    7. Dan siapa nabi dimaksud?
      Apakah yang dikatakan tentang nabi-nabi itu benar?
      Tanpa ada pembuktian, bagaimana mau berkomentar?
      Tentu saja anda tak bisa mengharap iman dari mereka yang tak punya iman yang sama.

      Hapus
    8. nabi yg membawa kitab sebelum Nabi Muhammad SAW itu: Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, dan Nabi Isa AS.

      Apa yg dikatakan nabi itu benar? Kalau anda mau buktikan itu benar atau salah, silahkan pelajari, telusuri, perdalami Islam. Silahakan anda cari tau sendiri apakah perkatan2 beliau itu benar atau salah.

      Anda jangan ngomel sana-sini dulu, sebelum anda tau itu benar atau salah. Silahkan anda telaah Islam.

      Oh iya, kalau kamu pengen salah satu bukti konkret kehadiran mereka adalah sphinx dan piramid di mesir yg usianya udah 5rb tahun lebih. Itu adalah zaman nabi Musa AS.

      Hapus
    9. Kenapa mesti Islam? Islam bukan satu-satunya agama samawi. Dan lagi, agama samawijuga bukan satu-satunya agama di dunia, ada begitu banyak kepercayaan di dunia. Dan bagaimana anda mengajukan sesuatu lalu mengklaimnya 'kebenaran', jika itu hanya bisa diterima dengan iman?

      Dan tambah parah... sphinx dan piramida itu bukti? itu bukti kebudayaan mesir. Hanya karna Musa dikisahkan hidup dan lari dari mesir tak berarti piramida jadi bukti kisahnya benar.

      Toh menentukan siapa 'pharaoh of exodus' saja belum bisa kok...

      Hapus
    10. Lha, anda nanya kan: "Apakah yang dikatakan tentang nabi-nabi itu benar?"

      Kalau anda mau buktikan itu benar atau salah, silahkan pelajari, telusuri, perdalami Islam. Kenapa mesti Islam? karena nabi-nabi itu adalah pembawa Islam, bukan pembawa agama lain...

      Saya tau ada byk agama dan kepercayaan. Dan nabi2 itu adalah pembawa Islam bukan yg lain.

      Intinya kalau kamu pengen tau apakah benar semua yg disampaikan itu benar, silahkan pelajari islam.

      Hapus
    11. kedua, anda bilang: "Dan bagaimana anda mengajukan sesuatu lalu mengklaimnya 'kebenaran', jika itu hanya bisa diterima dengan iman?"

      Semua yg diberikan oleh Islam memang adalah kebenaran. Dan Islam pun mengajarkan tidak hanya dg modal percaya alias iman aja, tapi harus dilaksanakan dg perbuatan.

      Dan firman-firman Tuhan, jika kita olah dan telaah dg akal, ilmu, dan pengetahuan manusia maka dg sudah memberikan jalan sebuah bukti kebenaran itu.

      http://www.youtube.com/watch?v=rB3VwUdVTDQ
      http://www.youtube.com/watch?v=K5uuYn8SbGg
      http://www.youtube.com/watch?v=Az4FfYODulM

      Hapus
    12. Maaf, anda hanya menyodorkan iman anda lagi. Anda percaya agama anda benar, dan anda mengharap orang lain memiliki kepercayaan yang sama dengan anda. Tapi kebenaran anda bukan kebenaran orang lain.

      Muslim bisa mengklaim para nabi adalah pembawa ajaran Islam, tapi penganut agama samawi lain bisa mengatakan bahwa semua nabi selain Muhammad membawa ajaran berbeda.

      Dan maaf jika blog ini tidak berniat membahas agama. Jika anda ingin menyebarkan agama anda, carilah tempat lain. :)

      Hapus
    13. Anda ingin mengajukan kisah adam sebagai asal manusia, maka berikan bukti ilmiah, bukan sekedar ayat-ayat kitab suci. Sains tidak menerima iman sebagai bukti, dan sains tidak berdasar hanya 1 agama.

      Hapus
    14. saya hanya menyodorkan iman aja? tidak!
      simak baik2 dong filmnya, penjelasan iman sesuai dg fakta sains...
      terbukti bahwa keterangan dalam ayat-ayat Qur'an adalah sebuah kebenaran...

      lagian, saya meyakini islam adalah sesuatu yg benar bukan ngasal "ya itu benar". Ngapain juga saya jd muslim, cuma modal percaya doang tanpa ada pelaksanaan nyata (amal perbuatan).

      Hey, dengar, manusia itu dibekali akal oleh Allah untuk digunakan. Simak baik2 al-qur'an, dg akal yg dianugerahkan pd manusia kita bisa mempelajari, mengkaji semua firman-firman Allah dlm Qur'an.

      Saya pelajari, di telaah dlm byk kehidupan saya, menyimak penjelasan sains...dan islam, semuanya adalah menyatakan kebenaran.

      nabi adam itu ukurannya besar...
      nih salah satu bukti jejak keturunan adam:

      http://beforeitsnews.com/science-and-technology/2012/01/giant-fossilized-human-foot-print-found-in-south-africa-1683144.html

      http://www.youtube.com/watch?v=dRuxw-nZoJw

      "Sains tidak menerima iman sebagai bukti, dan sains tidak berdasar hanya 1 agama"
      lihat faktanya, banyak makna ayat dalam Qur'an yg bisa dibuktikan lewat ilmu pengetahuan.

      Saya tau anda pasti tercengang, kok bisa ayat-ayat dalam Qur'an itu sesuai dg ilmu pengetahuan..

      Hapus
    15. Maaf, sudah bosan menanggapi cocologi di forum-forum.
      Dan anda punya artikel ilmiah yang bilagn jejak itu dibuat manusia rasasa di masa lalu? Atau kenapa jejaknya vertikal, bukan horizontal?

      Case by case. Anda bisa buktikan bahkwa mkhluk hidup tercipta secara langsung di muka bumi? Plus bukti ilmiahnya? Jika bisa, silakan. Jika cuma modla iman, gak usah :)

      Hapus
    16. Manusia itu berasal dari nabi adam dan siti hawa.
      Apa buktinya? Bukti cetakan kaki manusia ini adalah bukti jejak keturnan adam.

      Bisa buktikan bahkwa mkhluk hidup tercipta secara langsung di muka bumi?
      Lagi-lagi rekaman fosil buktinya, sejumlah makhluk hidup membuktikan mereka diciptakan. Seekor hewan bukan berasal dari bentuk hewan lain yg berevolusi. Terbukti bahwa catatan fosil menyatakan bahwa burung tetaplah burung, manusia tetaplah manusia, kera tetaplah kera, kura-kura tetaplah kura-kura, capung tetaplah capung, coelacanth tetaplah coelacanth.

      Tak ada bukti kuat dan nyata seekor kura-kura berasal dari makhluk lain, atau manusia dari makhluk lain, misalnya. :)

      Hapus
    17. Hua hua hua...

      Anda tahu berapa usia cetan batu tersebut?
      Apa nabi Adam kalau berjalan jejak kakinya smapai menembus perut bumi? Anda tahu batu apa yang ada cetakan tersebut, dan dimana terbentuknya? jangan koar-koar kosong jika tak ingin malu karena tak tahu apa yang anda bicarakan :)

      Rekaman fosil apa yang membuktikan mereka diciptakan? Anda nemu fosil burung merpati dari masa 50 juta tahun silam? Dan ilmuwan sudah menemukan fosil kura-kura purba, yagn tempurungnya belum sempurna, memberi tahu kita bagaimana tempurng kura-kura terbentuk dan berevolusi di masa lalu.

      Anda mau teriak sampai urat leher anda putus juga percuma, kalau modal anda hanya iman dan bukan sains. Sains gak bisa dibantah modal iman. :)

      Hapus
  58. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  59. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  60. " Dimana ada Awal Pasti ada Akhir"

    pasti pada tau siapa Stephen Hawking...!! teori tentang alam semesta tanpa campurtangan tuhan, tapi yang jadi problem anda sanggup tidak??

    untuk menjelaskan secara rinci dan ilmiah bukan hanya menyangga comment" yang ada di sini, bagaimana semua itu terjadi dari nol.

    INGAT Ilmiah itu Satu. semua ilmuwan menjawab sama.

    jadi jika anda belum menemukan semua yang terjadi dari awal proses sampai akhir,
    benar yng di bilang kreasionalism mengklaim untuk menguatkan teori yang mereka pnya. lebih baik cari tau dan tggu.

    kita saja belum mengalami secara ilmiah teori Big Bang,hancur atau terciptanya sebuah planet dengan kekuatan supernova dan tercipta lubang hitam jikala sebuah planet hancur yng mampu menghisap di sekitar nya termasuk bumi /cth: planet mars hancur atau bumi mengalami akhir zaman, tnpa ada awal tidak kan ada akhir atau kosong.

    Berpikir sejenak
    Siapakah Awal itu?
    lalu bagaimana akhirnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kreasionisme? bagaimana mau membandingkan kreasionisme dengan teori ilmiah, jika kreasonisme bahkan bukan sebuah teori? Itu berati membandingkan dua hal yang amat berbeda.

      Tentu saja ada hal-hal yang belum diketahui (jika semua diketahui, maka sains akan statis). lagipula skeptisme adalah bagian dari sains. Anda boleh ragu dan mempertanyakan sains, tapi anda tak bisa menyanggah tanpa memahaminya.

      Ini bukan blog tentang kosmologi, tapi sebuah planet hancur gak akan menghasilkan lubang hitam. Lubang hitam terjadi saat sebuah bintang raksasa tak mampu lagi melakukan reaksi fusi, sehingga meledak sebagai supernova kemudian runtuh oleh gravitasinya sendiri. Matahari teorinya takkan meledak sebagai supernova, melainkan akan jadi si cebol putih (white dwarf).

      Awal? Kenapa awal harus dikaitkan dengan persona (siapa)?

      Hapus
  61. pengertian ilmiah anda kabur/TIDAK JELAS! apa sih pengetahuan yg dikatakan ilmiah itu? apakah ilmiah harus empiris? apakah ilmiah semata hanya bisa dbuktikan secara inderawi? anda sudah mengKERDILkan makna ilmiah sebenarnya..ilmiah hanya yg empiris/positivis apakah selallu? apakah metode rasional itu bukan ilmiah? anda menyimpulkan teori evolusi itu memakai pendekatan apa? kan juga memakai pendekatan rasional. dan apakah teori evolusi itu ada pembuktian empirisnya sekarang. penympulan2 tori evolusi itu semuanya pake metode rasional

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sains atau ilmiah memang memiliki kriteria tertentu, diantaranya bisa diuji/dibuktikan secara ilmiah. Pengujian bukan berarti mesti meniru atau emngamati keseluruhan proses secara langsung.

      Dan rasionalitas yang dipakai itu bagaimana? Standar disebut rasional dan tidak itu bagaimana?

      Hapus
  62. untuk membuktikan kalo pemahaman saya benar tentang " org yg meloncat dari hotel lantai 100 pasti tulang-tulangnya remuk/patah" tidak perlu dengan cara empiris, sya kira dg pendektan rasional saja itu sudah ilmiah dan bisa dipertanggungjwabkan pemahaman sya. menurut saya untuk menghasilkan teori scince tdk hanya semata lewat pendekatan empiris tetapi juga bisa lewat pendekatan rasional.. kesalahan terbesar dari ilmuwan scince skrg adalah tidak mengakui rasional sbg pendekatan ilmiah padahal selama ini mereka memakai pendkatan rasional juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan sekali lagi, batas rasionalitas itu bagaimana?
      Apakah 'Tuhan menciptakan secara langsung, karena segalanya mungkin bagi Tuhan' itu rasional sampai bisa menggantikan teori sains? Kalau begini, kita hanya balik ke masa lalu dimana cukup konsep God of the gaps yang dipakai dan perkembangan pengetahuan akan mati.

      Hapus
    2. Manusia terjun dari lantai 100 ke tanah, tulang-tulangnya bakal remuk dan dia mati, itu benar.

      Bagaimana kalau semut?
      Bagaimana kalau laba-laba?
      Bagaimana kalau cecak?

      Adakah cara ilmiah untuk mengetahui kenapa ada yang selamat dan ada yang tidak? Ya, ada. Apa yang diperlukan? Pemahaman akan masalah, termasuk kemampuan menilai berdasar data dan fakta yang ada. Bahkan rasionalitas pun memerlukan dasar yang jelas pula, bukan kepercayaan semata.

      Hapus
  63. wah, jgn2 menurut ilmuwan evolusi kita ini bisa berevolusi lagi menjadi sesuatu... hihihihi

    BalasHapus