Jumat, 03 September 2010

Manusia Nebraska


Di antara beberapa argumen yang diajukan kreasionis, salah satu yang sering diungkit adalah soal manusia Nebraska (Nebraska Man).

Kronologi
Berawal dari perdebatan antara fundamentalis kristen William Jennings Bryan dengan Henry Fairfield Osborn, kepala dari American Museum of Natural History. Jika Bryan menolak keras teori evolusi, Osborn sebaliknya, menganggap teori evolusi tidak bertentangan dengan kepercayaan kristennya.

Pada tanggal 25 Februari 1922, Osborn menerima surat dari Harold Cook, seorang pemburu fosil asal Nebraska, yang mengatakan bahwa ia menemukan sebuah gigi yang lebih mendekati manusia ketimbang mamalia lain (fosil itu ditemukan di tahun 1917). Sesuai permintan Osborn, Cook kemudian mengirim fosil gigi tersebut dan diterima Osborn pada tanggal 14 Maret. Awalnya, Osborn amat yakin bahwa itu adalah gigi seekor primata.

Osborn bergegas mempublikasikannya sebagai Hesperopithecus haroldcookii (kera Harold Cook dari dunia barat), karena selama ini fosil kera hanya ditemukan di belahan dunia timur. Osborn menulis di American Museum Novitates:
...it would be misleading to speak of this Hesperopithecus at present as an anthropoid ape; it is a new and independent type of Primate, and we must seek more material before we can determine its relationships.

Osborn sendiri tidak pernah menyatakan itu adalah fosil manusia kera, atau merupakan moyang manusia. Ia hanya beranggapan fosil itu milik sejenis primata.

"I have not stated that Hesperopithecus was either an Ape-man or in the direct line of human ancestry, because I consider it quite possible that we may discover anthropoid apes (Simiidae) with teeth closely imitating those of man (Hominidae), ..."

"Until we secure more of the dentition, or parts of the skull or of the skeleton, we cannot be certain whether Hesperopithecus is a member of the Simiidae or of the Hominidae." (Osborn 1922)


Osborn kemudian meminta paleontologis W.K. Gregory, W.D. Matthew, dan Milo Hellman untuk memepelajari fosil Hesperopithecus, dan ketiganya kemudian menyimpulkan Hesperopithecus berada di antara Dryopithecus dan Sivapithecus. Greory dan Hellman menulis paper kedua di tahun 1923 untuk mempertahankan hipotesis Hesperopithecus adalah kera, meski ilmuwan lain menganggap fosil itu kemungkinan milik makhluk lain seperti monyet, beruang, hewan pengerat, atau karnivora lain.

Untuk memperkuat hipotesis, di tahun 1925-1926 Gregory dan pekerja lain melakukan pencarian fosil di Nebraska. Hasilnya, Gregory terkejut saat menemukan bahwa fosil Prosthennops, sejenis babi purba yang ditemukan memiliki gigi yang amat mirip dengan Hesperopithecus. Di tahun 1927, Gregory mempubliksikan surat di Science, dimana ia mengumumkan penarikan hipotesis Hesperopithecus.

Last summer (1927) Mr. Thomson made further excavations in the exact locality where the type of Hesperopithecus haroldcookii was discovered. A number of scattered upper and lower premolar and molar teeth were found in different spots, but every one of them appears to me to pertain to Prosthennops, and some of these also resemble the type of Hesperopithecus, except that the crown is less worn. Thus it seems to me far more probable that we were formerly deceived by the resemblances of the much worn type to equally worn chimpanzee molars than that the type is really a unique token of the presence of anthropoids in North America.

Jadi, apakah ini adalah satu bentuk penipuan? Tidak! Osborn dan rekan-rekannya membuat hipotesa, dan mereka melakukan usaha untuk membuktikan hipotesa mereka. Saat mereka menemukan bahwa bukti yang ada menunjukkan mereka keliru, mereka melakukan koreksi dan mengakui kesalahan. Tidak ada usaha penipuan di sini!

Tak lama setelah temuan Hesperopithecus, Illustrated London News menerbitkan artikel mengenai Hesperopithecus, disertai ilustrasi oleh Amedee Forestier. Ilustrasi itu menggambarkan sosok pria Hesperopithecus dan istrinya, yang mana nampaknya diinspirasi oleh ilustrasi Java Man (Pithecanthropus erectus, atau sekarang dikenal sebagai Homo erectus).

"Mr. Forestier has made a remarkable sketch to convey some idea of the possibilities suggested by this discovery. As we know nothing of the creature's form, his reconstruction is merely the expression of an artist's brilliant imaginative genius. But if, as the peculiarities of the tooth suggest, Hesperopithecus was a primitive forerunner of Pithecanthropus, he may have been a creature such as Mr. Forestier has depicted." (Smith 1922, emphasis added)
Osborn sendiri menganggap gambar tersebut imajinatif dan memiliki nilai ilmiah, karena saat itu terlalu sedikit yang diketahui tentang Hesperopithecus sendiri.

Hesperopithecus sendiri tidak pernah diterima secara luas oleh kalangan sains, dan sudah tidak pernah dibahas sejak dinyatakan sebagai gigi babi purba, namun kalangan kreasionis masih terus mengungkitnya hingga saat ini.

Kesimpulan:
Jadi, kita menemukan bahwa ada temuan fosil babi purba yang dikira fosil primata, ada ilmuwan yang membuat hipotesa bahwa itu gigi sejenis kera, ada surat kabar Inggris (bukan majalan sains) yang menerbitkan ilustrasi yang lebih berbabis pada manusia jawa. Dan kalangan ilmuwan cenderung skeptis terhadap temuan tersebut.

Dan apa yang dilakukan kalangan kreasionis? Mereka membesar-besarkan masalah. Mereka menyebut seakan Osborn menyebut temuan Hesperopithecus sebagai manusia kera atau moyang manusia, sesuatu yang tak pernah dilakukan Osborn. Mereka menyebut ilustrasi Hesperopithecus sebagai khayalan sains, padahal ilustrasi itu tak pernah digunakan selain di surat kabar Illustrated London News, dan bahkan tak pernah diakui Osborn sendiri. Mereka menyebut ilustrasi itu ebrdasar sepotong gigi, padahal ilustrasi itu berdasar ilustrasi Java Man. Mereka menyebutnya usaha pemalsuan, padahal itu adalah kesalahan hipotesa yang kemudian mereka koreksi sendiri. Mereka menyebut seakan Nebraskan man temuan penting yang menggegerkan kalngan sains, padahal temuan itu tak pernah diterima kalangan sains secara luas dan lebih populer di surat kabar. Dan mereka masih terus mengungkit soal Nebraska Man, padahal itu sudah jelas satu kesalahan hipotesa yang sudah dikoreksi kalangan ilmuwan sendiri dan tak pernah digunakan kalangan sains lagi.

Pranala:
Science Blog
Don Lindsay Archieve
Talkorigins
And You Thought Modern Men Were Pigs!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar